Oleh Rihad pada hari Jumat, 29 Mei 2020 - 18:04:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Nissan Kabur dari Indonesia dan Pindah ke Thailand

tscom_news_photo_1590750294.jpg
Pabrik Nissan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Akibat tidak tahan dengan tekanan keuangan akhirnya Nissan Motor Co menutup pabrik di Indonesia. Kepastian penutupan pabrik Nissan di Indonesia itu disampaikan oleh CEO Nissan Makoto Uchida dalam jumpa pers di Yokohama, Jepang, Kamis (28/5) waktu setempat. Nissan akan berkonsentrasi pada pabriknya di Thailand yang akan dijadikan sebagai basis produksi ASEAN.

Selain fasilitas produksi di Indonesia, Nissan juga akan menutup pabriknya di Barcelona, Spanyol. Dengan cara itu, Nissan akan memangkas biaya tetap sebesar 300 miliar yen atau Rp41,17 triliun, mengurangi kapasitas produksi 20 persen menjadi 5,4 juta unit kendaraan per tahun.

Ke depan, Nissan akan memfokuskan bisnis inti untuk pasar Jepang, China, dan Amerika Utara.

Nissan akan mengurangi model mobil dari 69 menjadi 55 model saja. Nissan akan berfokus pada segmen model inti global termasuk kendaraan segmen C dan D yang disempurnakan, kendaraan listrik, dan mobil sport.

Nissan juga menarik kegiatan operasionalnya dari Korea Selatan pada Desember. "Perusahaan telah mencapai kesimpulan bahwa sulit untuk mendapatkan kembali struktur pertumbuhan yang berkelanjutan di Korea Selatan karena memburuknya lingkungan bisnis di dalam dan luar negeri meskipun ada upaya untuk menjaga operasi di sini," katanya.

Nissan mengatakan akan terus menawarkan layanan purna jual untuk pemilik model Korsel dan Infiniti Korea Selatan selama delapan tahun hingga 2028.

Nissan mengalami kerugian bersih 671,2 miliar yen (6,2 miliar dolar AS) pada tahun fiskal 2019 hingga Maret dari laba bersih 319,1 miliar yen setahun sebelumnya. Sebanyak 4,79 juta kendaraan terjual pada 2019, turun 13 persen dari tahun lalu. Ini kerugian Nissan yang pertama sejak 2008 ketika industri besar terkena dampak krisis keuangan.

PHK Besar-besaran

Juli lalu, perusahaan telah memangkas 12.500 karyawan di 14 basis produksi di seluruh dunia. Sebagian di antaranya merupakan karyawan Nissan yang bekerja di Indonesia. Sekarang, seperti yang dilaporkan Kyodo News, jumlah pemangkasan meningkat menjadi lebih dari 20.000 karyawan, atau setidaknya mewakili 15% dari total keseluruhan tenaga kerja Nissan secara global yang berjumlah 139.000 karyawan.

Salah seorang sumber mengatakan kemerosotan penjualan mobil mengharuskan perusahaan merevisi rencana restrukturisasi. Perusahaan sedang mempertimbangkan untuk memangkas tenaga kerja di Eropa dan beberapa negara berkembang lainnya. Ini dilakukan guna merampingkan operasi produksi dan memulihkan bisnisnya yang rusak.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Bisnis

BNI Raih Predikat Bank Internasional Terbaik 2020

Oleh windarto
pada hari Selasa, 14 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Alpha Southeast Asia kembali menobatkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai bank yang memberikan pelayanan bisnis internasional terbaik. Ini ditandai ...
Bisnis

Pastikan Pasokan Bahan Pangan, PT Food Station Jajaki Kerjasama Contract Farming dengan PT Sang Hyang Seri

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - PT Food Station Tjipinang Jaya dalam waktu dekat akan menjalin kerjasama contract farming di lahan HGU seluas 1000 hektar milik PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS) yang ...