Oleh Rihad pada hari Jumat, 29 Mei 2020 - 22:35:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Ingat, Pelonggaran PSBB Bisa Gagal Seperti di Korea Selatan

tscom_news_photo_1590766610.jpg
Suasana di Korsel (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Korea Selatan yang dijadikan model penanganan virus Corona ternyata menghadapi pandemi gelombang kedua. Situasi ini menjadi memprihatinkan karena ini menjadi bukti strategi tanpa lockdown seperti yang dilakukan Korea Selatan ternyata tidak sepenuhnya berhasil. Pelonggaran aktivitas ternyata berpotensi menimbulkan gelombang kedua.

Dikutip dari Strait Times, Korea Selatan kembali memberlakukan pembatasan sosial lebih ketat mulai akhir Mei 2020. Gelombang kedua ditandai dengan melonjaknya penularan virus Corona secara tiba-tiba dan menjadi yang tertinggi sejak April 2020.

Padahal, penduduk Korea Selatan hampir saja kembali ke kehidupan normal setelah dianggap sukses mencegah penularan virus.

Klaster penyebaran virus corona terbaru berpusat di Metropolitan Seoul Raya yang dihuni hampir setengah penduduk Korsel.

Kebijakan social distancing yang telah diperlonggar sejak Rabu 6 Mei 2020 lalu, lagi-lagi diperketat agar mencegah penularan lebih luas.

Museum, taman, galeri seni ditutup sejak Jumat 29 Mei 2020 hingga dua minggu ke depan.

Menteri Kesehatan Park Neung-hoo mengumumkan pengetatan itu pada Kamis 28 Mei 2020. "Kami memutuskan untuk kembali memperkuat semua tindakan karantina di wilayah metropolitan sejak besok hingga Minggu 14 Juni 2020 mendatang," ucapnya.

Penduduk setempat juga diharapkan menghindari kerumunan dan perkumpulan sosial, termasuk restoran dan bar. Di sisi lain, tempat-tempat ibadah masih diizinkan untuk berkegiatan dengan tambahan pengetatan protokol kesehatan.

Fasilitas pendidikan sedang dipersiapkan untuk dibuka kembali sesuai jadwal jika tak ada penambahan masa social distancing.

Jumlah kasus baru sudah naik lebih dari 50 orang setidaknya dalam tujuh hari berturut-turut. Pemerintah mengumumkan 79 kasus per Kamis 28 Mei 2020, menjadi yang terbesar sejak Minggu 5 April 2020 yang melaporkan 81 kasus baru.

tag: #corona  #korea-selatan  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Hari Santri Nasional, Faisol Riza: Harus Manfaatkan Peluang Omnibus Law

Oleh Bachtiar
pada hari Kamis, 22 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza, berharap agar para santri dapat memanfaatkan peluang dengan adanya Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.  Hal tersebut ...
Berita

Rakernas SP BPJAMSOSTEK 2020: Sinergi Karyawan dan Manajemen adalah Kunci

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja (DPP SP) BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SP BPJS Ketenagakerjaan pada Kamis-Jumat, ...