Berita
Oleh Rihad pada hari Tuesday, 02 Jun 2020 - 21:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Mahfud Nilai Tertangkapnya Nurhadi, Bukti KPK Serius

tscom_news_photo_1591107513.jpg
Mahfud MD (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menyatakan salut dengan keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi.

"Saya turut gembira dan salut kepada KPK. Itu membuktikan KPK bekerja serius mengurus kasus Nurhadi," kata Mahfud Selasa (2/6/2020).

Mahfud menilai penangkapan tersebut membuktikan beberapa hal. Pertama, keliru anggapan bahwa Nurhadi dilindungi oleh orang kuat. Kedua, penangkapan itu menjadi bagian dari pembuktian pernyataan KPK bahwa mereka akan bekerja tanpa harus berteriak-teriak.

Mahfud menyatakan pernah mendengar janji ketua KPK Firli Bahuri yang akan tetap menangani kasus Nurhadi dengan sungguh-sungguh. "Pak Firli pernah bilang kepada saya, "Biarlah orang bilang kami tidak baik tapi kami akan tetap berusaha bekerja baik"" kata Mahfud.

Seperti diketahui, Nurhadi ditangkap tim Komisi KPK, Senin (1/6/2020) malam. Nurhadi ditangkap bersama menantunya, Rezky Herbiyono. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, tim KPK menemukan Nurhadi bersama keluarganya saat menggeledah sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

Nurhadi sempat melakukan perlawanan saat akan ditangkap tim KPK. Karena menolak ditangkap, tim kemudian membongkar paksa pintu rumah tempat persembunyian buronan kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA itu.

Adanya perlawanan dari Nurhadi, tidak dibantah oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Saat dimintai penjelasan terkait upaya penangkapan ini, Nurhadi juga tidak kooperatif. "Iya pintu tidak dibuka. KPK koordinasi dengan RT setempat untuk membuka paksa agar disaksikan, baru kemudian dibuka paksa," ujar Ghufron, Selasa, 2 Juni 2020.

Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono berhasil ditangkap tim penindakan di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin malam kemarin, setelah empat bulan mereka buron.

Belum diketahui apa rumah itu milik pribadi Nurhadi dan keluarga atau bukan. "Kami tidak tahu lagi di rumah pribadi atau tidak. Karena yang terdata di kami ada banyak rumahnya. Kami sudah mendatangi dan menggeledah lebih dari 13 kediaman yang semuanya diklaim sebagai rumah yang bersangkutan," kata Ghufron.

tag: #nurhadi  #mahkamah-agung  #kpk  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

PDIP: Penundaan Pilkada Ditengah Pandemi Akan Menciptakan Ketidakpastian Baru

Oleh Bachtiar
pada hari Senin, 21 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Pilkada Serentak 2020 harus diselenggarakan pada tahun ini. Menurut dia, di tengah pandemi ini, setiap ...
Berita

KAMI Minta KPU Tunda Pilkada Serentak 2020

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan penyelenggara negara menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Pasalnya, ...