Oleh Rihad pada hari Jumat, 05 Jun 2020 - 23:06:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Koruptor Proyek Listrik Raja Ampat Ditangkap, Dites Dulu Sebelum Masuk Penjara

tscom_news_photo_1591373113.jpg
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejaksaan Agung Hari Setiyono (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tim Intel Kejaksaan Agung bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menangkap Selviana Wanma atau Selvi (SW), terpidana kasus dugaan korupsi proyek pembangkit listrik tenaga diesel di Raja Ampat. SW ditangkap di rumah kontrakannya di Kawasan Tirta, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Jumat (5/6) sekitar Jam 09.30 WIB.

Sesuai vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 17 Februari 2014 SW dihukum penjara selama 1 tahun dan pidana denda sebesar Rp 50.000.000,- kepada SW. Putusan ini diperkuat oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 17 Juli 2014. Mahkamah Agung (MA), SW mendapat vonis hukuman yang lebih berat. MA menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp200.000.000.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejaksaan Agung Hari Setiyono membenarkan penangkapan tersebut. Hanya saja, saat ini, terpidana belum bisa dieksekusi masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) lantaran tengah menjalani perawatan inap atau opname di rumah sakit MMC Jakarta.

Karena itu, lanjut Hari, Pihaknya akan menunggu eksekusi sampai yang bersangkutan dinyatakan sehat oleh pihak rumah sakit. Namun menghindari terpidana kabur, dia memastikan koordinasi dengan pihak rumah sakit terus dilakukan. SW juga akan mendapat pengawasan ketat selama menjalani perawatan di rumah sakit. “Intinya kalau memang tidak ada masalah, dieksekusi oleh jaksa," tambah Hari.

Koordinator KPK Watch Yusuf Sahide meminta agar Kejaksaan Agung menutup rapat pintu kompromi bagi para terpidana korupsi untuk lolos dari hukum. Menurutnya, memang situasi saat ini dilanda kecemasan akan Covid-19, namun dia mewanti-wanti jangan sampai situasi ini jadi celah bagi para terpidana korupsi menghindari proses hukum. Apalagi dalam kasus dugaan pengadaan listrik di Raja AMpat yang menjerat SW sudah berkekuatan hukum tetap. "Harus dieksekusi. Kan sudah tugasnya dia. Jangan diberi ruang untuk kompromi itu," tegas Yusuf.

Dia pun meminta agar proses eksekusi SW ini dirilis ke publik. "Selama ini kan Kejaksaan dari kemarin-kemarin memang disoroti karena banyak komprominya. Di era Jaksa Agung Burhanuddin ini kita punya harapan besar untuk Kejaksaan melakukan gebrakan-gebrakan besar di luar kebiasaan. Tidak boleh penegakan hukum itu dihambat oleh apapun," tegas Yusuf.

tag: #korupsi  #kejagung  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Berita

Percepatan Vaksinasi Cegah Penyebaran Covid-19

Oleh
pada hari Jumat, 22 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politikus Nasdem non aktif Irma Suryani Chaniago menilai, lockdown bukan solusi untuk mencegah penyerbaran virus Covid-19. Saat ini, yang diperlukan adalah percepatan ...
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Banjir, Longsor Kembali Hantam Manado

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 23 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tingginya Curah hujan di sertai petir sejak Siang, Jumat ( 22/1/2021) di Wilayah Manado dan sekitarnya, Mengakibatkan banjir dan longsor di hampir seluruh wilayah Kota ...
Berita

PTPN VIII Laporkan 250 Orang Termasuk Habib Rizieq Terkait Lahan Megamendung

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII melaporkan 250 orang termasuk Habib Rizieq Shihab ke Bareskrim Polri terkait penggunaan lahan tanpa izin Pondok Pesantren Alam ...