Oleh Alfin Pulungan pada hari Jumat, 26 Jun 2020 - 20:46:12 WIB
Bagikan Berita ini :

Ray Rangkuti: Pembakaran Bendera PDIP Tak Perlu Disikapi Berlebihan

tscom_news_photo_1593178132.jpg
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) dan aksi pembakaran bendera PDIP (kanan) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, meminta kader PDI Perjuangan yang merasa dirugikan tak perlu berlebihan menyikapi pembakaran bendera partainya oleh massa yang melakukan aksi demonstrasi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila di depan gedung DPR/MPR, Rabu (24/6) lalu.

Ia menyayangkan pihak PDI Perjuangan yang mengedepankan ego partai hingga berencana menempuh jalur hukum guna menyelidiki dalang dibalik aksi pembakaran. Sikap berlebihan dalam menyikapi kasus itu, kata Ray, hanya akan meruncingkan suasana dan dengan sendirinya mengurangi kondusifitas negara dalam menghadapai Covid-19.

"Pembakaran bendera salah satu parpol pada aksi tolak RUU HIP tidak perlu disikapi berlebihan. Apalagi disikapi dengan pengerahan massa atau membawanya ke ranah hukum," kata Ray dalam keterangan tertulis kepada TeropongSenayan, Jumat (26/6).

TEROPONG JUGA:

> Mengapa Bendera PDIP Ikut Terbakar di Demo Antikomunis


Ray mengingatkan Presiden Joko Widodo berulangkali mengimbau agar seluruh warga saling menahan diri dari pertikaian demi menjaga kondusifitas negara. Dari pada memperuncing suasana, lebih baik mengevalusi sikap dan kebijakan yang dilakukan selama Covid-19.

"Tokh...ini bukan kali pertama kekecewaan masyarakat atas hasil legislassi di DPR. Sejak penetapan UU KPK yang baru, pembahasan RUU KUHP, RUU Cipta Lapangan Kerja, UU Minerba dan kemarin rencana pembahasan RUU HIP. Semua dilakukan dengan menerabas berbagai kritik dan keberatan publik," jelasnya.

Mengenai RUU HIP yang didemo baik dunia maya dan Duni nyata, Ray meyakini sosialisasinyabmasih minim, bahkan menurutnya etika legislasi sering diabaikan dan minim partisipasi dari masyarakat. Sebab itu, kekecewaan demonstran yang terjadi di DPR dipastikan adalah imbas dari kekacauan tersebut. Kekacauan legislasi akhirnya berujung pada kekecewaan.

"Kekecewaan sekaligus ketakutan bahwa partai-partai di DPR akan terus mengabaikan protes dan kritik publik," ujarnya.

Aksi demonstrasi menolak RUU HIP, kata Ray, tak bisa dihadapi dengan kekerasan pula. Apalagi dengan menempuh jalur hukum. Ia meminta pihak yang merasa dirugikan merenungi kekurangan diri maupun kelompok yang selama ini barangkali terabaikan.

"Oleh karena itulah, baiknya demontrasi dan juga pembakaran bendera salah satu partai itu dilihat dalam rangka tidak maksimalnya pendekatan partai terhadap rakyat. Dan terbentuknya jarak yang makin dalam antara partai dengan rakyat," pungkasnya.

tag: #bendera-pdip  #ruu-haluan-ideologi-pancasila  #dpr  #ray-rangkuti  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement