Oleh Rihad pada hari Kamis, 09 Jul 2020 - 11:09:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Setelah Buron 17 Tahun, Pembobol BNI 1,7 Triliun Akhirnya Dibawa ke Jakarta

tscom_news_photo_1594267772.jpg
Proses penjemputan Maria Pauline Lumowa (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tersangka pembobolan kas BNI Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa tiba di Indonesia Kamis (9/7) dari Serbia. "Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari Pemerintah Serbia," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Jakarta, Rabu (8/7) malam.

Yasonna menyebut pemulangan ini sempat mendapat gangguan, tetapi Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia. "Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, tetapi lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan," ujar Yasonna.

Sempat ada upaya hukum dari Maria Pauline Lumowa untuk melepaskan diri dari proses ekstradisi, juga ada upaya dari salah satu negara Eropa untuk mencegah ekstradisi terwujud.

Diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro setara Rp1,7 Triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari "orang dalam" karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, tetapi Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda yang malah memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Akhirnya Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019. "Penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003. Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham," kata Yasonna.

Pemerintah Serbia mendukung penuh permintaan Indonesia. Dengan selesainya proses ekstradisi ini, berarti berakhir pula perjalanan panjang 17 tahun upaya pengejaran terhadap Maria Pauline Lumowa.

tag: #korupsi  #bni  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Jangan Meremehkan, Covid-19 Masih Berdampak Hingga Puluhan Tahun Mendatang 

Oleh Rihad
pada hari Kamis, 06 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tidak ada yang tahu kapan pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia bakal berakhir. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito  ...
Berita

Tak Terpengaruh Hubungan Orang Tuanya Masing-Masing, AHY-Puan Kompak Rajut Silaturahmi Politik

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Usai silaturahmi dengan para anggota Fraksi DPR RI Partai Demokrat, Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melanjutkan silaturahmi kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, di ...