Oleh Rihad pada hari Sabtu, 11 Jul 2020 - 20:29:08 WIB
Bagikan Berita ini :

Pakar: Isolasi Mandiri di Rumah Berisiko Tularkan Virus ke Anggota Keluarga

tscom_news_photo_1594473878.jpg
Ilustrasi pencegahan covid (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut kebijakan isolasi mandiri di dalam rumah perlu dievaluasi seturut temuan WHO atas kemungkinan penularan COVID-19 melalui udara.

"Sebenarnya pihak terkait harus mengevaluasi kembalilah isolasi mandiri di dalam suatu rumah. Di dalam rumah, ya, yang rumah mereka sendiri itu yang tidak memenuhi syarat," kata Pandu pada diskusi virtual dengan tema COVID-19 dan Ketidaknormalan Baru, Sabtu (11/7).

Dia mengatakan, penularan akan terjadi jika ruang isolasi mandiri di sebuah rumah yang ventilasinya buruk. Kemudian terakumulasi dengan ventilasi buruk di rumah yang dipakai untuk isolasi mandiri.

Dalam kasus itu, pasien positif akan menularkan COVID-19 kepada orang lain yang serumah dengannya. "Sebenarnya isolasi mandiri dalam keluarga itu ternyata beresiko sekali. Beberapa kasus, satu keluarga terinfeksi semua, ada keluarga dokter juga," terang dia.

Semenara itu, Kepala Lembaga Biologi Molkuler Eijkman Amin Subandrio meminta masyarakat mewaspadai penularan COVID-19 melalui udara.

Sebab, kata dia, mikrodroplet pembawa virus corona jenis baru itu bisa melayang di udara dalam ruangan tertutup, selama delapan jam.

"Dia (mikrodroplet pembawa virus) di udara bisa bertahan sampai delapan jam. Kalau droplet, kan, kalau keluar langsung jatuh ke lantai sampai dua meter," ucap Amin saat menjadi pembicara di dalam diskusi virtual dengan tema COVID-19 dan Ketidaknormalan Baru, Sabtu (11/7).

Mengacu temuan itu, dia berharap, masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan membuat ventilasi yang baik di sebuah ruangan. Sirkulasi udara harus tercipta di sebuah ruangan demi mencegah penularan COVID-19.

"Oleh karena itu sebaiknya ada ventilasi. Jadi ada jendela yang dibuka biar ada perputaran udara segar yang masuk. Di rumah sakit ada standarnya, bahwa setiap ruangan itu harus ada perputaran udara sekian persen setiap jam, ada takarannya," ungkap dia.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Lainnya
Berita

Pelantikan IKA UNDIP Kabupaten Tangerang, Bagikan Ratusan Kacamata Baca untuk Nelayan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 22 Jun 2026
TANGERANG (TEROPONGSENAYAN) --Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) Kabupaten Tangerang resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian ratusan ...
Berita

Kolaborasi Alumni UNDIP untuk Pesisir Sukawali, Penanaman Mangrove dan Tebar Benih Ikan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Beberapa waktu lalu, kawasan pesisir Pakuhaji ramai menjadi perbincangan publik akibat polemik pagar laut. Banyak orang membahas batas wilayah, akses nelayan, hingga tata ...