Oleh Rihad pada hari Kamis, 23 Jul 2020 - 12:02:17 WIB
Bagikan Berita ini :

Keseriusan Tukang Jahit dan Ketua RW Lawan Gibran di Pilwalkot Solo

tscom_news_photo_1595480537.jpg
Pasangan Bajo (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pilwalkot Solo 2020 sedang ramai jadi pembicaraan karena munculnya lawan tanding terhadap pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa. Mungkin saja tidak akan muncul kotak kosong sebagai lawannya.

Dua sosok baru akan menantang anak Presiden Joko Widodo tersebut. Bagyo Wahyono dan FX Supardjo serius menantang Pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.

Pasangan "Bajo" adalah sosok sederhana. Bagyo Wahyono adalah penjahit baju di rumah, sedangkan FX Supardjo menjabat sebagai ketua RW di kampung. "Kami tidak perlu muluk-muluk untuk mengusung pasangan cawali dan cawawali dari jalur independen," ujar Ketua Tim Sukses Bajo, Robert Hananto, Rabu (22/7).

Bagyo Wahyono optimistis dan tak gentar meski harus melawan anak presiden yang diusung partai terbesar di Solo, PDIP.

"Soal menang kalah itu urusan Tuhan. Kita manusia hanya bisa berusaha," ujar Bagyo kepada kumparan, Rabu (22/7).

Bagyo mengaku memutuskan maju menjadi cawalkot Solo melalui jalur independen karena didorong oleh jaringan Tikus Pithi Hanata Baris. Supardjo juga didorong oleh ormas yang sama.

Perjuangan pasangan independen masih jauh. Untuk maju di Pilkada 2020 melalui jalur independen, seseorang harus mengantongi dukungan minimal 10 persen di daerah dengan jumlah DPT kurang dari 250 ribu, 8,5 persen untuk DPT 250 ribu - 500 ribu, 7,5 persen untuk DPT 500 ribu - 1 juta, dan 6,5 persen untuk daerah dengan DPT lebih dari 1 juta. Dukungan tersebut, harus tersebar di lebih dari 50 persen kecamatan di kabupaten.kota yang bersangkutan.

Di Kota Solo, jumlah DPT pada Pemilu 2019 tercatat ada 422.773 pemilih. Maka, untuk bisa maju di jalur independen, Bagyo-Supardjo harus mengantongi dukungan sekitar 35.870 dukungan.

Sebelumnya, Bajo sudah mengumpulkan berkas dukungan dan yang dianggap Memenuhi Syarat (MS) sudah ada 28.629 orang. Sedangkan 7.241 berkas pendukung lainnya dianggap tidak memenuhi syarat.

Jika ingin lolos, pasangan ini hanya perlu mengumpulkan lagi pendukung sekitar dua kali lipat jumlah TMS. Dukungan ini harus segera dilengkapi hingga 27 Juli mendatang untuk bisa lolos.

Namun, saat ini Bagyo mengaku sudah berhasil mengumpulkan 20 ribu KTP pendukung baru. KTP ini merupakan pengganti dari 7.241 berkas dukungan yang dianggap tidak memenuhi syarat.

Jika 20 ribu berkas dukungan tersebut bisa lolos, maka pasangan Bajo sudah berhasil mengantongi lebih dari 48 ribu dukungan, artinya sudah memenuhi syarat.

Peta Pilkada Solo

PDIP sebagai partai terbesar di Solo dengan 30 kursi dari 45 kursi di DPRD Surakarta, hampir bisa dipastikan hanya mereka yang bisa mengusung calon wali kota dan wakil wali kota.

Dengan dinamika politik tersebut, banyak kekhawatiran dari masyarakat dan media bahwa demokrasi di Kota Solo tidak bisa berjalan dengan semestinya.

Menurut Robert, sampai saat ini pihaknya masih terus berjuang, menyelesaikan tahapan-tahapan dari KPU Kota Surakarta.

"Harapannya kami bisa lolos tahapan verifikasi faktual perbaikan. Sehingga pada September nanti kami bisa mendaftarkan diri sebagai calon walikota kota dan wakil wali kota untuk Pilwalkot Surakarta,” tuturnya.

Pihak Bajo juga siap menjadi mitra tanding PDIP dalam Pilwalkot tahun ini. “Sejarah baru di Kota Surakarta akan tercipta. Akan menjadi dinamika politik yang elegan, ketika independen dan parpol bersaing secara sportif,” kata Robert.

Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti mengatakan, Bajo masih memiliki peluang asalkan bisa mengumpulkan perbaikan syarat dukungan. Dari hasil rekap sementara, ada 7.241 berkas dukungan bakal pasangan calon independen itu yang tidak memenuhi syarat. "Syaratnya harus mengganti dua kali kekurangan, jadi minimal 14.482,” kata Nurul.

Kekurangan tersebut, lanjut Nurul, harus diserahkan antara 25 hingga 27 Juli l. Setelah itu, akan dilakukan proses verifikasi faktual administrasi dan verifikasi faktual perbaikan mulai 8 sampai 16 Agustus.

tag: #solo  #pilkada-2020  #gibran-rakabuming  #bajo  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

PDIP: Penundaan Pilkada Ditengah Pandemi Akan Menciptakan Ketidakpastian Baru

Oleh Bachtiar
pada hari Senin, 21 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Pilkada Serentak 2020 harus diselenggarakan pada tahun ini. Menurut dia, di tengah pandemi ini, setiap ...
Berita

KAMI Minta KPU Tunda Pilkada Serentak 2020

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan penyelenggara negara menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Pasalnya, ...