Oleh windarto pada hari Sabtu, 08 Agu 2020 - 23:26:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Produk Asuransi Rangka Kapal Jasindo Alami Kenaikan 64 Persen

tscom_news_photo_1596904005.jpg
PT Asuransi Jasa Indonesia atau yang akrab disebut Asuransi Jasindo mencatatkan akselerasi produktivitas sampai 64% untuk bisnis Asuransi Marine Hull (rangka kapal) (Sumber foto : dok: Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - PT Asuransi Jasa Indonesia atau yang akrab disebut Asuransi Jasindo mencatatkan akselerasi produktivitas sampai 64% untuk bisnis Asuransi Marine Hull (rangka kapal). Peningkatan produktivitas tersebut didorong oleh kemampuan perusahaan dalam menerapkan kebijakan pengelolaan risiko serta akseptasi yang difokuskan pada kesehatan portfolio bisnis dengan tetap mengedepankan kebutuhan pasar.

“Sejak beberapa tahun terakhir Asuransi Jasindo menekankan Prudent Underwriting untuk Asuransi Marine Hull ini, sehingga development dan profitability untuk class of business tersebut mampu menunjukkan tren yang positif, sehingga kepercayaan pasar reasuransi terhadap pengelolaan bisnis asuransi rangka kapal di Jasindo tetap terjaga dan Jasindo masih mampu untuk menyediakan kapasitas akseptasi yang dapat mengakomodir kebutuhan pasar yang lebih besar” kata Direktur Utama Asuransi Jasindo, Didit Mehta Pariadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, baru-baru ini.

Di sisi lain, lanjut Didit, terdapat beberapa perusahaan asuransi yang awalnya cukup massive dalam penutupan asuransi rangka kapal di pasar. Namun beberapa waktu kemudian perusahaan-perusahaan tersebut mulai membatasi atau bahkan menarik diri dari pasar asuransi rangka kapal.

Hal itu disebabkan karena karakteristik risiko yang dikelola pada bisnis ini memang cenderung dapat menempatkan perusahaan asuransi untuk menghadapi fenomena high frequency and high severity claims dari objek-objek yang dijamin.

“Asuransi Jasindo dengan kapasitas yang dimilikinya sudah siap untuk menghadapi kenaikan permintaan pasar atas jenis risiko ini, namun dengan tetap mengedepankan kebijakan prudent underwriting tadi,” katanya.

Selain dari faktor-faktor tersebut, bergairahnya industri maritim juga menjadi salah satu faktor yang mendorong naiknya produktivitas bisnis asuransi rangka kapal di Asuransi Jasindo. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan tren proyek pembangunan dan pembelian kapal di Indonesia baik dari sektor swasta maupun dari program-program yang dicanangkan oleh pemerintah. Melihat peluang yang ada, Asuransi Jasindo kembali ke produk yang sejak awal merupakan andalan dan kompetensi perusahaan, yaitu asuransi untuk sektor pelayaran

“Seiring dengan meningkatnya tren industri maritim tersebut, kami melihat adanya potensi pengembangan lebih lanjut untuk produk Asuransi Marine lainnya yang dimiliki oleh Jasindo terkait dengan rangka kapal, seperti Builder"s Risk Insurance dan Ship Repairer Liability,” ujar Didit.

Didit menjelaskan, untuk para pemilik kapal (ship owner), perusahaan operator atau manajemen kapal, & pengusaha galangan kapal yang ingin memproteksi kapal dari risiko-risiko kecelakaan yang dihadapi selama operasional atau selama proyek, dapat membeli produk-produk asuransi rangka kapal tersebut.

“Asuransi Jasindo dengan Branch Offices dan Satellite Branch Offices yang dimiliki dan tersebar hampir diseluruh Indonesia, diharapkan dapat menjangkau para pemilik kapal yang membutuhkan asuransi ini. Bahkan perusahaan perbankan juga sangat dimungkinkan untuk membeli asuransi ini, sepanjang memiliki insurable interest (kepentingan keuangan) terhadap kapal yang diasuransikan,” pungkasnya

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...