Oleh Rihad pada hari Minggu, 09 Agu 2020 - 21:55:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Polisi Kejar Kelompok Intoleran Yang Ganggu Acara Pernikahan

tscom_news_photo_1596984865.jpg
Kepala Polresta Surakarta Komisaris Besar Andy Rifai, (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Polres Kota Surakarta masih memburu kelompok intoleran yang melakukan perbuatan anarki saat di Kampung Mertodranan Semanggi, Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, Sabtu 8 Agustus 2020. "Polisi kini masih memburu kelompok intoleran yang berbuat anarki itu," kata Kepala Polresta Surakarta Komisaris Besar Andy Rifai, di Solo, Minggu 9 Agustus 2020.

Menurut Andy, kejadian tersebut berawal dari adanya acara adat pernikahan di rumah seorang warga di Kampung Mertodranan, Semanggi, Solo, pada Sabtu 8 Agustus 2020 sekitar pukul 17.00 WIB. Sejumlah pelaku intoleran tiba-tiba memukul salah satu peserta acara pernikahan saat berjalan keluar rumah.

Kapolres mengatakan pihaknya setelah mendapatkan laporan turun ke lokasi melakukan pengamanan, dan berusaha melindungi korban. Menurut dia, warga yang menjadi korban dari penyerangan kelompok intoleran tersebut ada tiga orang, dan kini kondisinya sudah membaik dan rawat jalan. Polisi sedang meminta keterangan saksi untuk bisa mengungkap kasus itu.

"Kelompok intoleran ini menganggap kegiatan di dalam rumah tidak sesuai dengan keinginan mereka," kata Andy, Minggu (9/8). Andy bahkan sempat menjadi sasaran amuk massa karena berusaha melindungi keluarga. "Saat evakuasi tiba-tiba mereka menyerang. Saya refleks melindungi orang-orang yang sedang dievakuasi jadi ikut kena pukul juga," kata Andy.

Pimpinan Majelis Ar-Raudhah Solo, Habib Novel Alaydrus menyayangkan keberadaan kelompok massa yang bertindak sewenang-wenang. Apalagi keluarga korban hanya sekadar mengadakan rangkaian upacara pernikahan.

"Mereka (keluarga korban) kumpul di sana entah dalam kapasitas apa kita ndak bisa menghakimi karena itu di dalam rumah orang punya privasi. Nah, yang menjadi masalah kenapa privasi warga negara diganggu," katanya.

Ia sendiri sempat mendatangi lokasi untuk menenangkan massa sekaligus memberi dukungan bagi polisi untuk menindak tegas para pelaku. Ia juga mendesak polisi agar mengusut tuntas kasus penyerangan tersebut. "Ini negara hukum kok. Pelaku harus ditangkap dan dilakukan tindakan hukum," katanya.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Surakarta turut mengecam peristiwa penyerangan tersebut. Pernyataan sikap GP Ansor dibacakan di Mapolresta Surakarta sebagai dukungan untuk Polisi agar menuntaskan kasus tersebut. Ketua GP Ansor Surakarta, Arif Sarifudin menyebut peristiwa itu telah mencoreng nama Kota Solo yang dikenal kondusif dan toleran. "Apabila dibiarkan, bisa jadi kejadian serupa menimpa warga yang lain," kata Arif.

GP Ansor juga mengimbau warga Solo agar tidak terprovokasi dan mempercayakan kasus tersebut kepada Polisi. "Saya minta internal kita dan seluruh masyarakat Solo agar terus menjaga kesatuan dan persatuan di Solo," kata Arif.

tag: #surakarta  #polisi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Penunda Pilkada Perlu Pertimbangan Secara Matang

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 22 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI Bambang Patijaya menilai penundaan Pilkada 2020 bukan perkara mudah, diperlukan pertimbangan secara matang dari berbagai aspek. "Kita ...
Berita

Wasekjen Demokrat: Resesi Akibat Salah Kebijakan Jokowi Soal Pandemi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Indonesia resmi memasuki resesi, karena itu perlu solusi kongkrit yang harus dilakukan pemerintah, bukan hanya pragmatis. Demikian disampaikan Wasekjen Partai Demokrat ...