Oleh Rihad pada hari Sabtu, 15 Agu 2020 - 19:37:17 WIB
Bagikan Berita ini :

Berbagai Versi Tentang Adu Mulut Mumtaz Rais di Pesawat Garuda

tscom_news_photo_1597494948.png
Mumtaz Rais (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kasus marah-marah politisi PAN, Ahmad Mumtaz Rais di pesawat Garuda menimbulkan kontroversi. Mumtaz Rais diberitakan membuat kegaduhan di dalam pesawat Garuda Indonesia yang sedang transit di Makassar. Akibat kegaduhan ini, Mumtaz disebut sempat bersitegang dengan kru pesawat dan kemudian adu mulut pula dengan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango.

Belakangan, Ahmad Mumtaz Rais membantah dirinya bersitegang dengan kru pesawat. Dia menerangkan, bahwa anggapan dirinya bermasalah dengan kru pesawat karena tengah menelpon tidaklah benar.

Justru setelah telepon dimatikan, kata Mumtaz, pihak kru pesawat tetap ramah dengan dirinya. Selain itu, Mumtaz menjelaskan bahwa saat tengah bertelpon, pramugari justru menyarankannya untuk pindah ke bagian depan. Tujuannya kata dia agar saat menelepon bisa lebih jelas.

Mumtaz pun mengklarifikasi bahwa saat kejadian pesawat tidak dalam kondisi boarding. Namun saat itu pesawat dalam kondisi refueling atau sedang berhenti dan mengisi bahan bakar.

"Bukan boarding ya tapi pesawat lagi refueling. Jadi kalau mau telepon boleh. Kalau mau lebih jelas (menelepon) si pramugari itu malah menyarankan ke depan saja. Lalu saya bilang oke mbak. Sebentar. Lalu telepon aku tutup dan bilang kalau sudah kelar," jelasnya.

"Soal berita yang sudah beredar mengenai yang mana saya ditegur lebih dari dua kali kemudian saya membentak dan marah-marah itu jelas salah," ujar Mumtaz Rais, putra kandung Amien Rais, Sabtu (15/8).

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Waketum PAN) Yandri Susanto menjelaskan putra Amien Rais itu memang menghidupkan ponsel di dalam pesawat rute Gorontalo-Jakarta yang tengah transit di Makassar.

"Artinya proses untuk menuju runaway atau pengumuman dari pramugari belum ada sama sekali," kata Yandri ditemui awak media di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

"Penumpang yang lain belum masuk, artinya itu sesuatu yang biasa sebenarnya."

"Ada kesalahpahaman dan mungkin ego masing-masing muncul terjadi debat. Kira-kira begitu dan saya kira itu sering terjadi di pesawat karena pemahaman penumpang berbeda, maunya kru kabin juga beda," lanjut dia.

Mengacu keterangan Mumtaz, kata Yandri, persoalan itu sebenarnya sudah diselesaikan di atas pesawat. Semua pihak yang terlibat insiden saling memaafkan. "Sudah saling memaafkan dan saling bercanda dan saling memahami satu sama lain. Maka kami juga kaget ketika pihak Garuda atau Pak Nawawi melaporkan itu, esensinya apa, sih?" ucap dia.

Seharusnya, kata Yandri, persoalan itu tidak perlu diperpanjang ke ranah hukum. PAN pun berupaya memediasi semua pihak agar persoalan tidak masuk ke ranah hukum.

"Namun, kami juga minta Mumtaz untuk ambil pelajaran dari peristiwa ini, jangan sampai salah persepsi lagi dan terjadi lagi di waktu yang lain."

Versi Garuda

Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menjelaskan kronologi insiden itu yang berlangsung pada Rabu (12/8/2020) pada penerbangan GA 643 rute Gorontalo - Makassar - Jakarta.

"Peristiwa tersebut dipicu oleh salah satu penumpang di kelas bisnis yang kedapatan menggunakan handphone ketika pesawat tengah boarding dari Gorontalo dan ketika pesawat tengah melakukan refueling sewaktu transit di Makassar," ujar Irfan kepada Warta Kota, Kamis (13/8/2020).

Muntaz Rais saat itu sedang asyik menelepon bahkan suaranya semakin keras. Kemudian ditegur oleh Cabin Crew namun tidak mengindahkan.

Ketika ditegur ketiga kalinya yang bersangkutan malah membentak - bentak Cabin Crew. Pamolangi Nawawi yang berada di dalam pesawat dengannya berupaya agar putra Amien Rais ini patuh aturan dan jangan memarahi petugas.

Akan tetap Mumtaz Rais Ahmad ini tidak terima. Dan berbalik marah dengan Wakil Ketua KPK itu.

"Sesuai aturan keselamatan penerbangan, awak kabin telah menyampaikan reminder kepada penumpang itu sebanyak tiga kali."

"Namun demikian penumpang yang dimaksud tidak mengindahkan pemberitahuan tersebut serta menyampaikan teguran kepada awak kabin yang bermaksud mengingatkan," ucapnya.

tag: #garuda-indonesia  #kpk  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Penunda Pilkada Perlu Pertimbangan Secara Matang

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 22 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI Bambang Patijaya menilai penundaan Pilkada 2020 bukan perkara mudah, diperlukan pertimbangan secara matang dari berbagai aspek. "Kita ...
Berita

Wasekjen Demokrat: Resesi Akibat Salah Kebijakan Jokowi Soal Pandemi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Indonesia resmi memasuki resesi, karena itu perlu solusi kongkrit yang harus dilakukan pemerintah, bukan hanya pragmatis. Demikian disampaikan Wasekjen Partai Demokrat ...