Oleh Alfin Pulungan pada hari Minggu, 23 Agu 2020 - 19:50:59 WIB
Bagikan Berita ini :

Politikus PDIP: BPIP Tak Hanya untuk Bumikan Pancasila, Tapi Juga Perkuat Sistem Kelembagaan

tscom_news_photo_1598187032.jpeg
Politikus PDIP, Arteria Dahlan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan, mengatakan fungsi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tidak hanya untuk membumikan Pancasila, namun lebih dari itu, kehadirannya juga bertujuan menguatkan sistem kelembagaan negara.

"Kehadiran BPIP ditujukan tidak hanya untuk membumikan nilai-nilai Pancasila pada seluruh sendi-sendi kehidupan, akan tetapi diharapkan akan menjadi penguatan sistem dan kelembagaan," kata Arteria kepada TeropongSenayan, Ahad, 23 Agustus 2020.

Kendati BPIP mengemban tugas yang fundamental, Arteria menegaskan kegiatan membangkitkan nilai Pancasila yang selama ini terpendam membutuhkan dukungan yang serius dari semua elemen bangsa. Untuk itu, ia menyeru semua pihak agar bahu-membahu mensiarkan nilai Pancasila agar implementasi dari ajarannya benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

BPIP pernah mensinyalir masih adanya lembaga-lembaga negara yang belum maksimal dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Hal ini tentu menjadi problem yang tak boleh dianggap remeh karena lembaga negara secara norma merupakan pihak yang paling disorot dalam menjalankan roda ideologi negara.

Wakil Ketua BPIP Prof Hariyono mengatakan seluruh pihak yang ada dalam lingkungan lembaga negara harus sadar bahwa mereka bukan sekadar lembaga yang fokus pada misi politik maupun ekonomi, namun juga memiliki misi sosial dan misi kebangsaan yang wajib dilaksanakan.

Upaya pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila, kata dia, merupakan tanggungjawab semua pihak, termasuk masyarakat dan penyelenggara negara.

"Jangan sampai kita menuntut masyarakat harus pancasilais, tapi justru lembaga-lembaga negara itu kurang memerhatikan nilai-nilai Pancasila," kata Hariyono dalam acara Musyawarah Nasional Pemantapan Pembinaan Ideologi Pancasila dengan BUMN di Jakarta, 29 November 2019.

Arteria sepakat dengan hal tersebut. Pancasila menurutnya adalah kebutuhan. Bangsa besar yang beragam suku, adat istiadat, dan bahasa seperti Indonesia, sulit dibayangkan akan bersatu jika masing-masing entitas daerah itu tidak punya pegangan satu ideologi.

"Terlebih memiliki kondisi geografis yang bercorak kepulauan sekaligus agraris. Belum lagi dengan posisi geopolitik kita yang sangat strategis," kata Anggota Komisi III DPR ini.

Oleh sebab itu, Arteria mengatakan, perhatian bangsa terhadap Pancasila, baik sebagai ideologi negara, dasar negara, sebagai phillosophie groonslag (dad falsafah) maupun sebagai sumber dari segala sumber hukum harus dimaknai secara serius.

"Saya pribadi dan pastinya PDI Perjuangan menunjukkan keberpihakan yang jelas akan hal tersebut. Politik afirmasi kami nampak secara terang, jelas dan nyata. Tujuannya satu, bagaimana Pancasila tidak lagi menjadi produk rezim, yang bisa ditafsirkan sekehendak penguasa yang sedang berkuasa. Melainkan menjadi grundnorm, norma dasar yang menjadi inti dari konsensus kita berbangsa dan bernegara," pungkasnya.

tag: #pancasila  #bpip  #pdip  #arteria-dahlan  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Keluarga Habib Rizieq Tolak Tes, Bima Arya Datangi RS Ummi

Oleh Rihad
pada hari Jumat, 27 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Wali Kota Bogor Bima Arya mendapat informasi pihak keluarga Habib Rizieq Syihab menolak dites swab oleh Pemkot Bogor. Sebelumnya, Habib Rizieq sudah menjalani tes swab oleh ...
Berita
MUI Pilih Ketua Baru

Barikade 98: Selamat MUI Baru Tanpa Khilafah dan Kelompok Anti Pancasila

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua Umum Barikade Benny Rhamdani memberikan ucapan selamat kepada kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 yang dipimpin oleh KH Miftachul ...