Oleh Givary Apriman pada hari Rabu, 23 Sep 2020 - 12:07:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Sri Mulyani Sebut Indonesia Resesi, Indef : Yang Terpenting Pemerintah Siapkan Antisipasinya

tscom_news_photo_1600837607.JPG
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Sumber foto : Teropong Senayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan bahwa Indonesia akan masuk ke jurang resesi pada akhir September 2020 sebenarnya tidak terlalu penting dan sejumlah indikator data sudah menunjukkan tanda-tanda itu.

Menanggapi hal tersebut Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan hampir seluruh sektor ekonomi tengah mengalami perlambatan.

"Misalnya indeks kepercayaan konsumen juga 86,9 di bawah level kepercayaan 100. kemudian pertumbuhan kredit turun drastis khususnya kredit konsumsi," kata Bhima melalui keteranganya, Rabu (23/09/2020).

Untuk itu Bhima menyarankan kepada pemerintah dalam hal ini Sri Mulyani, untuk melakukan persiapan menghadapi ancaman resesi yang sudah pasti akan terjadi tersebut.

Hal tersebut, termasuk juga dengan mengenai langkah langkah apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi resesi.

"Yang terpenting saat ini pemerintah bisa apa? Kalau cuma umumkan resesi nanti tanggal 5 November, BPS juga akan umumkan pertumbuhan ekonomi kuartal ke III kok," ujarnya.

"Persiapan pemerintah yang ditunggu saat ini," sambungnya.

Menurutnya, pemerintah harus menjawab ancaman bagaimana mengantisipasi gelombang PHK yang merata dihampir semua sektor.

Jika angka pengangguran tidak bisa tertolong dengan jaring pengaman yang ada maka resiko ke angka kemiskinan yang naik.

"Dan ancaman konflik sosial makin tinggi," tegasnya.

"Jadi segera tambah BLT untuk pengangguran, korban PHK, dan pekerja informal," katanya.

Dia juga menyarankan agar nominal BLT pun harus lebih besar dari sebelumnya, idealnya, kata dia, Rp1,2 juta per orang per bulan selama 3 hingga 6 bulan.

Kemudian, bantuan berupa sembako juga bisa difokuskan ke daerah daerah yang padat penduduk seperti Jabodetabek.

"Langkah pemerintah juga penting untuk menjamin pengendalian wabah berjalan optimal dan cepat dan i kan akar masalahnya karena aktivitas ekonomi macet saat pandemi. maka solusinya adalah tangani masalah kesehatan dengan lebih serius. semakin cepat pandemi tertangani semakin cepat recovery," pungkasnya.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani menyatakan Indonesia dipastikan akan masuk ke jurang resesi. Hal ini merujuk prediksi ekonomi kuartal III-2020 ini. Menurut dia, Kemenkeu tadinya melihat ekonomi kuartal III di minus 1,1 persen hingga 0,2 persen.

"Dan per September 2020, ini minus 2,9 persen sampai minus 1,0 persen,” ujar Sri Mulyani saat jumpa pers APBN Kita September, pada Selasa (22/09/2020).

tag: #sri-mulyani  #resesi  #kementerian-keuangan  #indef  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Bisnis

Legislator PKS Minta Pemerintah Berikan Kebijakan Tambahan Untuk UMKM

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Jumat, 23 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Anggota Komisi Keuangan (Komisi XI DPR), Anis Byarwati, menilai realisasi program stimulus penanganan ekonomi saat pandemi COVID-19 yang terangkum dalam Program Pemulihan ...
Bisnis

Hari Santri 2020, LPDB-KUMKM Gandeng Santri dalam Upaya Pendampingan Dana Bergulir

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Upaya menindaklanjuti atas dikeluarkannya Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan Dana Bergulir ...