Oleh windarto pada hari Senin, 19 Okt 2020 - 16:30:52 WIB
Bagikan Berita ini :

Gelar Pertukaran Mahasiswa Nasional secara Daring di Saat Pandemi, Untar Raih Rekor MURI

tscom_news_photo_1603099852.jpg
Rektor Untar, Prof. Agustinus Purna Irawan menerima Penghargaan MURI yang baru saja diraih Untar. Sabtu, 17 Oktober 2020 (Sumber foto : dok: Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Universitas Tarumanagara (UNTAR) meraih Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas Program Pertukaran Mahasiswa Nasional (PMN) 2020 secara Daring oleh Perguruan Tinggi terbanyak, yaitu diikuti 37 Universitas, lebih dari 900 peserta, yang mengangkat tema tentang kewirausahaan atau entrepreneurship. Diadakan selama 3 hari sejak tanggal 15 - 17 Oktober 2020.

Hal ini membuktikan, walau proses belajar mengajar di Indonesia terdampak karena pandemi Covid-19, Universitas Tarumanagara tetap berinovasi yaitu mengadakan pertukaran mahasiswa yang dilaksanakan secara daring.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bertemu dan menjalin komunikasi untuk bekerja sama dengan membangun jaringan, yang akan memiliki manfaat di kemudian hari jika kelak menjadi entrepreneur. Hal ini diwujudkan dalam program yang dikemas oleh Untar bagi seluruh peserta selama 3 hari, selain pemaparan oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya, para peserta juga diberikan tugas terstruktur secara berkelompok, belajar dan evaluasi mandiri.

Keunggulan Untar dalam bidang kewirausahaan inilah yang menjadi tema PMN 2020 yaitu "Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan bagi Mahasiswa Nusantara untuk Indonesia Maju."Harapannya, setelah lulus mahasiswa kelak mampu menjadi penyedia lapangan kerja bagi masyarakat.

Melalui Program PMN 2020, Universitas Tarumanagara bersama 36 Universitas di seluruh Indonesia, menjadi pelopor dalam pelaksanaan program pertukaran pelajar secara daring di Indonesia.

Adapun narasumber yang tergabung dalam acara tersebut antara lain Rektor Untar sendiri yang sekaligus Founder & Owner PT Berkat Bersama Sentosa, Founder Papermotion Tania Hendrica, Notaris Dr. Marta, S.H., M.H., Cn., Pakar HKI Christine S.T. Kansil, S.H., M.H., CEO sekaligus Ketua umum Asosiasi Pariwisata Nasional Dr. Ngadiman, dan Praktisi Komunikasi Bisnis Chelsea Gozali, S.H.

Acara dibuka oleh sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah III Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc yang menyampaikan mengenai kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

"Mahasiswa mendapat kesempatan belajar di luar program studi masing-masing seperti magang, penelitian, kegiatan kewirausahaan, ataupun pertukaran pelajar seperti acara pertukaran Mahasiswa Nasional 2020 ini yang merupakan program yang sangat luar biasa biasa bagusnya dan yang pertama diselenggarakan oleh PTS," ujar Agus Setyo Budisaat membacakan sambutannya.

Agus berharap melalui acarasepertiini para mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman mengenai kreativitas, inovasi, kolaborasi, bagaimana mendirikan bisnis start up hingga keterampilan berkomunikasi.

“Saya memberi apresiasi dan selamat kepada Universitas Tarumanagara yang semakin cemerlang karena dukungan penuhnya untuk menumbuhkan semangat mahasiswa untuk berwirausaha dan mewujudkan program kampus merdeka, semoga bisa membawa manfaat bagi kita semua," ungkapnya.

Dalam sambutan pembukaan oleh Rektor Untar, Prof. Agustinus Purna Irawan mengatakan bahwa kolaborasi kegiatan pertukaran mahasiswa seperti ini penting untuk dilakukan, dengan adanya networkingakan membuka peluang untuk memperluas koneksi serta memperbanyak ilmu.

"Keunggulan yang Untar bangun adalah Integritas, Profesionalisme dan Entrepreneurshipkarena Untar dibangun oleh para entrepreneur yang memiliki perhatian di bidang pendidikan, sehingga nilai-nilai tersebut selalu melekat. Dalam menumbuhkan semangat Entrepreneurship ini kita akan menjalankan kegiatan yang padat selama 3 hari, kegiatannya meliputi kreativitas inovasi kerjasama bagaimana mendirikan startup bagaimana mendirikan Perseroan Terbatas, bagaimana mendaftarkan HKI, CEO talk, hingga bernegosiasi," jelas Agustinus.

Menurut Agustinus, berbisnis merupakan salah satu kegiatan yang kian digandrungi anak-anak muda, dengan berbagai start-up mengagumkan yang bermunculan seperti GoJek, Tokopedia, Bukalapak, dan banyak lainnya.

“Membuka bisnis memang terlihat "keren dan menyenangkan", namun perlu diingat bahwa membuka bisnis bukanlah hal yang mudah, apalagi mempertahankannya,” cetus Agustinus.

Agustinus menambahkan untuk membuka sebuah bisnis, motivasi saja tidak cukup tapi juga dibutuhkan ilmu yang memadai. Oleh karenaitu, Untar melalui PMN 2020 berharap dapat terus mengembangkan Sumber Daya Manusia yang unggul serta menumbuhkan jiwa-jiwa wirausahawan muda dalam mendukung Indonesia Maju.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Ragam

BPIP Gandeng Komunitas Adat Sumba untuk Wujudkan Pembudayaan Pancasila

Oleh Givary Apriman
pada hari Selasa, 24 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Direktorat Pembudayaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggandeng sejumlah komunitas adat Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini bertujuan untuk ...
Ragam

UPH Bangga Jerry Sambuaga Jadi Wamendag

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Rektor mewakili seluruh civitas akademika Universitas Pelita Harapan (UPH) bangga dengan Jerry Sambuaga yang menjadi wakil menteri perdagangan. Kebanggaan itu dikemukakan ...