Oleh Bachtiar pada hari Rabu, 21 Okt 2020 - 15:14:09 WIB
Bagikan Berita ini :

PKS Anggap Rencana Permen Kominfo Blokir Media Sosial Bisa Mengancam Kebebasan Berekpresi

tscom_news_photo_1603268049.jpg
Sukamta Politikus PKS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Rencana Kominfo mengeluarkan peraturan menteri (Permen) untuk memblokir media sosial di tengah maraknya unjuk rasa mahasiswa dan buruh, menurut anggota Komisi I DPR asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Sukamta, bisa dipersepsi publik sebagai upaya pembungkaman kebebasan berekpresi masyarakat.

“Saya kira akan muncul dugaan rencana Menkominfo keluarkan Permen pemblokiran media sosial ini merupakan reaksi atas banyaknya suara kritis masyarakat terhadap pemerintah yang alami masalah dalam komunikasi soal pandemi COVID-19 juga atas beragam opini publik terkait pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Pemerintah kan punya kuasa untuk menyatakan yang hoaks dan bukan seperti pernyataan pak Menkominfo beberapa waktu lalu. Tentu ini akan menimbulkan kekhawatiran jika nantinya kebijakan pemblokiran ini dilakukan dengan pertimbangan yang subjektif akan bahayakan kebebasan bereskpresi," tandas Politikus PKS itu dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).

Selain itu, Wakil Ketua Fraksi PKS ini memandang rencana penerbitan Permen ini tidak akan efektif berjalan jika tidak dibarengi edukasi secara masif ke masyarakat.

“Saya sepakat dilakukan pemblokiran terhadap media sosial yang menyebarkan fitnah, hoaks, pornografi, tindakan kekerasan, penipuan dan hal-hal lain yang melanggar hukum," tegasnya.

Namun yang tidak kalah penting untuk dilakukan saat ini adalah edukasi secara masif kepada masyarakat bagaimana berperilaku positif di media sosial, jelasnya.

"Pendekatan pemerintah saat ini terlihat ramai di penegakan hukum. Penegakan hukum ini hanya bagian hilir, ini pun kadang terkesan tebang pilih. UU ITE lebih dikenal sebagai UU untuk memidana masyarakat dan tokoh yang kritis dan berseberangan dengan pemerintah," ungkapnya.

Lebih lanjut Sukamta mengingatkan ada satu tugas kominfo yang selama ini seakan dilupakan.

“Selama ini peran komunikasi tidak serius dilakukan. Peran yang selama ini dilakukan lebih banyak pada sisi informatika. Padahal peran komunikasi sangat penting sebagai jembatan antara pemerintah kepada rakyat. Masyarakat selama ini dibingungkan dengan pernyataan para pejabat pemerintah yang tidak konsisten. Padahal ini berpotensi memunculkan respon yang bersifat spekulasi di media sosial, yang kemudian distigma oleh pemerintah sebagai hoaks. Kalau pemerintah perbaiki komunikasinya ke masyarakat, saya yakin akan menekan banyaknya hoaks yang muncul," pungkas Anggota DPR RI asal Yogyakarta ini.

tag: #kemenkominfo  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Ditemukan Varian Baru Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Diminta Ditunda

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 20 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Niatan untuk menggelar kembali pembelajaran secara tatap muka di sekolah diapresiasi oleh Wakil Ketua MPR Dr. H. Jazilul Fawaid.  “Meski kapasitas siswa yang ...
Berita

Kasus Positif di Yogya Semakin Serius, Ribuan Orang Dilarang Masuk Kawasan Wisata Bantul

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ribuan wisatawan yang berniat berkunjung ke Bantul harus kecewa karena dipaksa putar balik oleh tim gabungan antara Satpol PP dengan Dinas Perhubungan TNI dan Polri yang ...