Oleh Alfin Pulungan pada hari Rabu, 28 Okt 2020 - 10:25:51 WIB
Bagikan Berita ini :

BPIP: Terimplementasikannya Nilai-nilai Pancasila, Ending dari PIP

tscom_news_photo_1603855496.jpg
Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP, Prof Adji Samekto, saat menjadi narasumber kegiatan Round Table Discussion (RDT) dengan tema "Mencari Bentuk Implementasi Nilai-nilai Pancasila di Era Globalisasi", di kantor Lemhannas RI Jakarta, Selasa (27/10/2020). (Sumber foto : Humas BPIP)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP, Prof Adji Samekto mengatakan bahwa ending dari pembinaan ideologi Pancasila adalah terimplementasikannya nilai-nilai Pancasila. Hal itu ia ungkapkan dalam kegiatan Round Table Discussion (RDT) dengan tema "Mencari Bentuk Implementasi Nilai-nilai Pancasila di Era Globalisasi", yang diselengarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) pada Selasa (27/10/2020) di Gedung Asta Gatra, Kantor Lemhannas RI, Jakarta.

Adji mengatakan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) yang menjadi mandat utama dari BPIP memiliki tujuan akhir terimplementasikannya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Ending dari pembinaan ideologi Pancasila, terimplementasikannya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Adji.

Untuk mencapai sasaran dari PIP itu, kata Adji, BPIP tengah merancang Arah Kebijakan PIP dengan melibatkan kementerian dan lembaga lain. "Dalam merumuskan Arah Kebijakan PIP ini, kami berangkat dari dua dimensi, (yakni) globalisasi dan reformasi," terang Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Diponegoro ini.

Menurut Adji, globalisasi berpengaruh pada proses terjadinya Reformasi 1998 di Indonesia. Saat itu, dimensi ekonomi sangat kuat pada globalisasi. Kemudian dimensi ekonomi tersebut berimbas pada dimenai politik dan hukum. "Dimensi ekonomi kalau goncang, akan berdampak pada sub sistem lainnya," kata Adji.

Goncangnya dimensi ekonomi di Indonesia, memicu terjadinya Reformasi 1998. Guru Besar Ilmu Hukum itu juga mengungkapkan, salah satu dampak dari Reformasi 1998 adalah dibubarkannya Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7).

"Walaupun BP7 lebih menekankan pada moral, yang sebagian saja dari dimensi Pancasila, itu bagus, tapi dihilangkan. Penghapusan itu, membuat generasi milenial seolah kehilangan pemahaman Iideoligi Pancasila, dan menganggap ideologi asing/transnasional lebih baik" jelasnya.

Untuk memgembalikan lagi Pancasila sebagai leistar dinamis atau bintang penuntun, pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila, BPIP tengah merumuskan Arah Kebijakan PIP, juga dilanjutkan dengan perumusan Peta Jalan PIP dengan melibatkan kementerian dan lembaga lainnya.

"Mengembalikan Pancasila sebagai directions, pengarah dalam aspek kelembagaan, aspek regulasi, aspek ekonomi, aspek kebudayaan," pungkas Adji.

Dalam RDT itu juga hadir Gubernur dan Wakil Gubernur Lemhannas RI serta jajaran; Ketua DPR RI (daring), Staf Khusus Milenial Presiden RI, Perwakilan dari Kemendikbud sebagai Narasumber; juga penanggap dari LIPI, UI, serta The Indonesian Institute.

tag: #pancasila  #bpip  #lemhannas  #prof-adji-samekto  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Gatot Nurmantyo : Yang Dilakukan Pangdam Jaya Tidak Mewakili TNI

Oleh Givary Apriman
pada hari Jumat, 27 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan bila salah satu doktrin TNI tentang Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Kemanan Rakyat Semesta) sejatinya ...
Berita

RS Ummi Harus Tes Swab Habib Rizieq dan Segera Umumkan Hasilnya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan sejak Rabu (25/11) menjalani perawatan di di RS Ummi Bogor. Sebelumnya, Habib Rizieq juga menjalani ...