Oleh Givary Apriman pada hari Senin, 02 Nov 2020 - 07:00:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Sindir Fadjroel, Andi Arief : Presiden Dipaksakan Dompleng Penghargaan Anies

tscom_news_photo_1604257849.jpeg
Andi Arief (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi Partai Demokrat Andi Arief mengatakan kalau Presiden Jokowi akan mudah dapat beragam penghargaan andai mampu membawa ekonomi Indonesia tumbuh konsisten di angka 6 persen seperti era Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tidak hanya itu, Andi Arief juga meyakini kalau para pemimpin lokal akan dapat banyak ruang di nasional jika target ekonomi itu dicapai.

“Pertumbuhan ekonomi 6 persen telah melahirkan pemimpin lokal seperti Ibu Risma, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Jokowi dan beberapa figur lokal lainnya. Mengapa sekarang figur lokal nyungsep, bisa ditebak jawabannya,” kata Andi Arief dalam cuitan akun Twitter pribadinya, Minggu (31/10).

Hal tersebut berhubungan dengan klaim yang dilakukan oleh Jurubicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman yang seolah ingin mendompleng penghargaan milik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Seperti diketahui, kalau Anies Baswedan baru saja membawa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memenangkan Sustainable Transport Award (STA) 2021 atas program integrasi antarmoda transportasi publik.

Sebelumnya, Fadjroel menanggapi capaian itu sebagai rintisan dari Presiden Joko Widodo saat menjabat sebagai gubernur di tahun 2012 lalu bersama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat itu mengaku Fadjroel sangat memaksakan mendompleng penghargaan yang diraih oleh Anies Baswedan.

“Presiden sangat butuh penghargaan dunia, sehingga harus dipaksakan para jubirnya mendompleng penghargaan pada Anies,” sindirnya.

Untuk itu, Andi Arief meminta kepada pemerintah untuk bertindak dan berlaku sebagai pemimpin dunia dan dengan begitu dunia pasti akan memberi penghargaan.

Mantan Jubir Presiden ke 6 SBY tersebut sangat menyayangkan kalau pemerintah saat ini kerap menggunakan UU ITE untuk menangkap para aktivis yang kritis.

“Kalau kerap gunakan UU ITE, mana mungkin bisa terjadi. Itu kelas lokal,” pungkasnya yang belakangan ini mengomentari mengenai penangkapan aktivis oleh aparat atas dugaan pelanggaran UU ITE.

tag: #andi-arief  #fadjroel-rachman  #jokowi  #anies-baswedan  #uu-ite  #susilo-bambang-yudhoyono-sby  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement