Oleh Bachtiar pada hari Kamis, 05 Nov 2020 - 10:35:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Laporan Keuangan Telkom Kuartal III/2020 Telkom Mencatat Pertumbuhan Laba Bersih Positif di Tengah Pandemi

tscom_news_photo_1604547303.jpg
Gedung Merah Putih Telkom (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kuartal III/2020 dengan kinerja yang sehat dan tingkat profitabilitas yang terjaga.

Di tengah kondisi pandemi COVID-19, Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp99,94 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2020. EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) Perseroan meningkat 7,1% menjadi Rp 53,59 triliun dengan EBITDAmarginyang menguat signifikan 4,9ppt dari periode yang sama tahun lalu menjadi 53,6%.

Laba bersih tercatat sebesar Rp16,68 triliun atau tumbuh sebesar 1,3% denganmarginlaba bersih yang juga lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 16,7% dari sebelumnya 16,0%.


Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, dalam kurun sembilan bulan berjalan di tahun 2020, Telkom mampu mencatat kinerja yang baik dan sehat dengan terus fokus pada peningkatan layanan dan tingkat profitabilitas.

"Pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi IndiHome yang menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan pendapatan Perseroan, selain bisnismobile datayang tetap tumbuh dengan baik. Hal ini sejalan dengan fokus bisnis perusahaan pada tiga domain bisnis digital,yakni digital connectivity, digital platform,dandigital services," papar Ririek dalam keterangan tertulis, Kamis (05/11/2020).

Telkomsel, entitas anak Telkom pada segmen bisnis Mobile, kata Ririek, mencatat pertumbuhan bisnis digital yang baik sebesar 10,6% menjadi Rp47,66 triliun dengan kontribusi yang semakin meningkat menjadi 73,2% dari total pendapatan Telkomsel.

Menurutnya, pencapaian ini didorong oleh lebih dari 170 juta pelanggan, dengan pelangganmobile datasebanyak 117,3 juta (tumbuh 4,6% YoY).

Hal ini, sambung dia, mendorong konsumsi layanan data tumbuh 42,5% dari periode yang sama tahun lalu dan menjadi katalis bagi peningkatan ARPU data. Begitupun dengan lalu lintas data yang juga meningkat 39,6% menjadi 6.681.637 TB.

"Layananfixed broadband triple play, IndiHome mencatat kinerja yang semakin kuat baik dari segi finansial maupun operasional, dan menjadi salah satu lini bisnis andalan Perseroan ke depan. IndiHome mencatat pendapatan sebesar Rp16,1 triliun atau tumbuh 17,1% dari periode yang sama tahun lalu."

Selain itu, ungkap dia, pelanggan IndiHome tumbuh 752 ribu hingga akhir kuartal tiga 2020 atau mencapai total lebih dari 7,76 juta pelanggan dan semakin optimis untuk mencapai target 8 juta pelanggan di akhir tahun ini.

Di sisi lain, kata dia, fundamental bisnis segmen Enterprise semakin sehat, di mana Telkom menerapkan kebijakan dengan berfokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi.

"Selanjutnya, segmen Wholesale & International Business menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan pendapatan sebesar 24,9% YoY menjadi Rp10,2 triliun."

Ririek menegaskan bahwa pencapaian ini terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi dan Voice Wholesale.

Diungkapkannya, pada Oktober 2020, Perseroan melakukan penataan portofolio bisnis menara telekomunikasi melalui pengalihan kepemilikian 6.050 menara Telkomsel ke Mitratel.

"Hal ini bertujuan untuk menciptakanvalue generatorbagi bisnis menara telekomunikasi, yang potensial untuk menyambut kehadiran teknologi 5G dan menjadikan Mitratel sebagaileading tower providerdi Indonesia," katanya.

Adapun Direktur Keuangan Telkom Heri Supriadi menambahkan, di tengah pandemi COVID-19, Telkom berkomitmen untuk terus berinvestasi guna mengakselerasi bisnis digital serta memberikan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat.

"Hingga kuartal III 2020, Telkom telah membelanjakan Capex sebesar Rp17,9 triliun yang sebagian besar untuk penguatan infrastruktur guna meningkatkan kualitas layanan. Dengan investasi yang terjaga, kami optimis dan berharap dapat menutup tahun 2020 dengan kinerja yang kian sehat dan profitabilitas yang baik,” ungkapnya.

Situasi pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung memberikan ruang bagi akselerasi digital. Telkom melihat peluang ini untuk menghadirkan solusi melalui beragam layanan digital yang didukung olehdigital connectivitydandigital platformyang kuat. Telkom akan terus berinovasi memberikan produk dan layanan digital, tidak hanya untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat tapi juga untuk menggerakkan perekonomian nasional,” demikian pungkas Ririek.

tag: #pt-telkom  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...