Oleh Givary Apriman pada hari Kamis, 05 Nov 2020 - 11:35:09 WIB
Bagikan Berita ini :

Faisal Basri Sebut Teguran Jokowi Ke Luhut dan Bahlil Tidak Elok

tscom_news_photo_1604550894.jpeg
Ekonom Senior Faisal Basri (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo menegur dua anak buahnya yaitu Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Panjaitan, dan Kepal BPKM, Bahlil Lahaladia.

Keduanya ditegur oleh Presiden Jokowi lantaran target nilai investasi yang merosot tajam yaitu minus di atas 5 persen pada kuartal III 2020.

Menanggapi hal tersebut, ekonom senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri justru membela Luhut dan Bahlil yang ditegur Presiden Jokowi.

Pasalnya, Faisal mengatakan hampir di seluruh dunia mengalami kemerosotan ekonomi, termasuk Indonesia dalam bidang investasi.

"Dimana ada di dunia ini yang investasinya meningkat atau tetap? Ya semua turun," kata Faisal dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan Media Center DPP PAN bertajuk "Resesi dan Percepatan Pemulihan Ekonomi", Rabu (04/11/2020).

Bahkan, Pakar Ekonomi tersebut menuturkan kalau teguran yang disampaikan Presiden Jokowi kepada dua pembantunya tersebut sangat tidak elok karena kondisi pandemk saat ini.

"Bagaimana ya kan, tidak mudah memahami, pandemi itu menunda investasi, kan tidak susah kan. Jadi saya pengkritik utama Pak Luhut, tapi untuk kali ini rasanya tidak elok," tuturnya.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Amanat Nasional Tahun 200 itu menyatakan bahwa kemarahan Jokowi tidak elok lantaran sejauh dari pengamatannya, semua negara di dunia mengalami resesi dan wajar jika target investasi di Indonesia merosot juga.

"Sama tidak eloknya ketika Donald Trump mendeklarasikan kemenangan barusan (Pilpres AS), dengan alasan yang aneh-aneh. Jadi please Pak Jokowi, enggak mungkin gitu ya. Itu saja deh," pungkasnya.

Sebelumnya pada sidang paripurna kabinet Senin (02/11/2020), Presiden Jokowi menyampaikan kepada Luhut dan Bahlil, dan Presiden Jokowi meminta agar meningkatkan investasi yang masuk ke Indonesia pada kuartal IV, sehingga pertumbuhanya tidak terlalu negatif.

"Saya sudah mewanti-wanti kepada Kepala BKPM dan Menko Marves agar paling tidak di kuartal III ini bisa minus di bawah 5, tapi ternyata belum bisa," tegas Presiden Jokowi.

tag: #faisal-basri  #jokowi  #luhut-binsar-pandjaitan  #bahlil-lahaladia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Peringati HUT Ke-71, PSMS Yakin Lolos Liga 1 Musim Depan

Oleh Ariful Hakim
pada hari Rabu, 21 Apr 2021
MEDAN(TEROPONGSENAYAN)--- CEO PSMS Medan, Kodrat Shah mengaku optimis jika club asuhannya bisa menempuh kasta tertinggi di tanah air musim depan. Bahkan, tak tanggung tanggung pria yang juga menjabat ...
Berita

Besok Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kamis (22/4/21) sore besok. ...