Oleh windarto pada hari Selasa, 17 Nov 2020 - 21:15:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Tingkatkan Kemudahan Penjaminan Pembiayaan Koperasi, LPDB-KUMKM dan KBI Teken MoU

tscom_news_photo_1605622503.jpg
Dirut LPDBKUMKM Supomo berfoto bersama usai melakukan penandatanganan dengan PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) (Persero) (Sumber foto : dok: Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sebagai upaya membantu percepatan dan perluasan jangkauan penyaluran dana bergulir diperlukan kerja sama antara LPDB-KUMKM dengan lembaga penjamin. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perwujudan LPDB-KUMKM sebagai lembaga inklusif yang berarti terbuka dalam menjalin kerjasama mewujudkan Tri Sukses LPDB, yaitu: Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan dan Sukses Pengembalian.

Demikian antara lain disampaikan oleh Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo saat melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara LPDB-KUMKM dengan PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) (Persero) dengan tema "Kemitraan Strategis Ekosistem Penyaluran Dana Pembiayaan Resi Gudang" di Jakarta, Senin (16/11)

"Kerjasama ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemudahan dalam memberikan akses pinjaman/pembiayaan bagi koperasi yang memiliki keterbatasan jaminan, maka LPDB KUMKM bekerjasama dengan PT KBI, agar koperasi dapat memanfaatkan Jaminan Resi Gudang dalam mengakses pinjaman pembiayaan dana bergulir," kata Supomo dalam sambutannya.

Dengan kerjasama ini ia berharap, dapat mempercepat pemulihan daya saing koperasi dan UMKM akibat pandemi covid-19 ini.

"Mudah-mudahan dengan kerjasama LPDB-KBI ini kedepan akan memudahkan jalan untuk kemaslahatan rakyat Indonesia," harap Supomo.

Di tempat sama, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengungkapkan, penandatanganan MoU ini ke depan dapat meningkatkan ekosistem, serta pemanfaatan dan pembiayaan dalam Sistem Resi Gudang di Indonesia.

"Harapannya, ke depan dapat meningkatkan minat petani, pemilik komoditas serta koperasi untuk memanfaatkan Resi Gudang," ungkap Fajar Wibhiyadi.

KBI sendiri merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang. Terkait Resi Gudang di Indonesia, data KBI sampai dengan Quarter III tahun 2020 menunjukkan, pertumbuhan nilai pembiayaan sebesar 36% dibandingkan dengan Quarter III 2019 (yoy). Sampai dengan akhir September 2020, tercatat penerbitan Resi Gudang sebanyak 259, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp. 56.813.026.916,-. Untuk periode yang sama di tahun 2019, tercatat penerbitan Resi Gudang sebanyak 299, dengan nilai pembiayaan Rp. 41.780.047.200,-

Selain itu, apa yang dilakukan KBI kali ini, tentunya sejalan dengan perannya sebagai BUMN, yaitu sebagai akselerator ekonomi masyarakat.

"Kita tahu, dengan memanfaatkan Resi Gudang, masyarakat pemilik komoditas akan mampu menjaga kestabilan harga, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf ekonominya," papar Fajar.

Penandatanganan MoU Kerjasama kemitraan strategis yang dihadiri oleh para Direksi dari kedua belah pihak ini juga diharapkan akan dapat mengoptimalkan potensi penyaluran dana pembiayaan Resi Gudang bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...