Oleh Bachtiar pada hari Jumat, 11 Des 2020 - 09:34:08 WIB
Bagikan Berita ini :

Telkom Tuntaskan Digitalisasi SPBU di Seluruh Indonesia

tscom_news_photo_1607654048.jpeg
Ilustrasi infografis digitalisasi SPBU (kerjasama PT. Telkom dengan Pertamina) (Sumber foto : Humas PT. Telkom)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan efektif dan efisien, PT Pertamina (Persero) bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menuntaskan program digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia.

Digitalisasi SPBU merupakan sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU secarareal-timeuntuk peningkatan standar layanan dan operasional.

Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan BBM, transaksi pembayaran di SPBU serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi.

Di samping itu, seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang, seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM termasuk yang bersubsidi yaitu Bio Solar (B30) dan penugasan yaitu Premium.


Beberapa fitur yang dapat diperoleh dari digitalisasi SPBU meliputi programprepurchase(bayar dulu baru isi BBM),cashless programdengan menggunakandigital payment, pencatatan nomor polisi kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi, sertaprofiling customeryang berbasisloyalty programaplikasi MyPertamina, di mana masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi dan mengetahui ketersediaan BBM yang dibutuhkan.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dalam sambutannya pada Malam Puncak Penghargaan BPH Migas dan Penyerahan Sertifikat ISO 37001 yang bertepatan dengan HUT BPH Migas ke-17 menyampaikan terkait digitalisasi SPBU yang dijalankan Telkom dan Pertamina.

“Kita sudah membuat program digitalisasi untuk semua penyalur sehingga pengawasan BPH akan lebih efektif ke depan. Sampai dengan saat ini hampir 100% ATG dan EDC sudah dipasang, hasil kerjasama Telkom dan Pertamina. Ini juga merupakan upaya agar APBN yang diberikan kepada subsidi bisa tepat volume dan tepat sasaran,” ungkap M. Fanshurullah Asa, Jumat (11/12/2020).

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, penyelesaian digitalisasi SPBU merupakan momen penting bagi Telkom dalam menghadirkan sebuah sistem yang terintegrasi dalam penyaluran BBM.

Digitalisasi SPBU ini tentunya memberikan banyak manfaat yang dapat dirasakan tidak hanya bagi Pertamina sebagai penyalur BBM, tapi juga pemerintah dan masyarakat.

Ririek menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas apresiasi yang diberikan kepada Telkom pada acara Malam Puncak Penghargaan BPH Migas dan Penyerahan Sertifikat ISO 37001.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian ESDM atas kepercayaan yang diberikan kepada Telkom bersama Pertamina sebagai pelaksana program digitalisasi SPBU. Terima kasih kepada BPH Migas sehubungan apresiasi yang diberikan kepada Telkom atas kontribusi dalam mendorong pertumbuhan kegiatan usaha di sektor Hilir Migas. Tentunya terima kasih juga kepada Pertamina selaku operator atas kepercayaan dan sinergi yang baik dalam mengimplementasikan digitalisasi SPBU. Ke depannya Telkom akan terus hadir memberikan digitalisasi baik bagi BUMN maupun korporasi lainnya di Indonesia, seperti yang dicanangkan pemerintah,” tambah Ririek.

Kolaborasi dua BUMN yang berbeda sektor ini dimulai sejak penandatanganan kerjasama digitalisasi SPBU sebagai tindak lanjut dari penugasan Kementerian ESDM kepada Pertamina untuk menggunakan sistem pencatatan penyaluran BBM subsidi secara elektronik sampai di ujung titik serah penyalur(nozzle).

Dalam kurun waktu dua tahun berjalan, program ini telah selesai diimplementasikan dan manfaatnya telah dirasakan oleh berbagaistakeholderterkait, masyarakat hingga pemerintah.

Telkom mendukung program digitalisasi SPBU Pertamina ini meliputi penyediaan inftastruktur telekomunikasi baik melalui jaringanfixed, mobile,dan satelit; penyediaan perangkat Electronic Data Capture (EDC); penyiapan 290 agencontact centerdan 600 petugas lapangan untuk melayani pengaduan gangguan SPBU; serta pembuatancommand centeruntuk memantau perangkat di SPBU secara proaktif.

“Dengan adanya digitalisasi tidak hanya di SPBU tapi juga industri lain, diharapkan dapat meningkatkanvalueBUMN maupu korporasi serta mendukungcashless transactiondi lingkungan masyarakat sehingga nantinya mampu memperkuat ekonomi digital Indonesia,” tutup Ririek.

tag: #pt-telkom  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Berita

Ilegal, Hinca Minta Polisi Bubarkan KLB

Oleh
pada hari Kamis, 04 Mar 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan meminta, pihak kepolisian membubarkan acara kongres luar biasa (KLB).  Dikabarkan KLB akan dilaksanakan di ...
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Bisnis

Garuda Indonesia Melayani Rapid Test Antigen Gratis

Oleh Rihad
pada hari Thursday, 04 Mar 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Garuda Indonesia melayani rapid test Antigen gratis bagi seluruh penumpang rute domestik. "Tentunya kami harapkan, hadirnya layanan rapid test Antigen gratis ini dapat ...
Bisnis

Harga Emas Antam, Kamis 4 Maret 2021

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian hari ini, Kamis (3/3/21) naik dibandingkan dengan posisi kemarin. Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi ...