Bisnis
Oleh Bachtiar pada hari Minggu, 13 Des 2020 - 23:52:04 WIB
Bagikan Berita ini :

Cegah Lonjakan Harga AC, Anggota DPR ini Desak Kemendag Menaikkan Kuota Import AC

tscom_news_photo_1607878472.jpg
Darmadi Durianto Politikus PDI-P (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mendesak agar Kementerian Perdagangan memaksimalkan aturan Perizinan Impor (PI) terkait pengadaan barang impor berupa mesin pendingin (AC).

Sebab, kata dia, sejauh ini implementasi PI terkait hal itu terkesan tidak maksimal alias setengah-setengah.

"PI tersebut belum mampu mengimbangi apa yang menjadi kebutuhan pasar. Mestinya ditambah kuotanya. Skema kuota diperlukan sebagai upaya meminimalisir kelangkaan. Jadi skemanya menurut saya pengendalian lewat kuota. Kalau tidak diatur melalui kuota, yang ada hanya satu dua produsen saja yang diuntungkan nantinya. Ini kan gak sehat dalam dunia bisnis. Kuota sebagai ikhtiar mencegah praktik Persaingan Tidak Sehat," kata Bendahara Megawati Institute itu kepada wartawan, Minggu (13/12/2020).

Darmadi meyakini, jika impor AC tidak diatur melalui skema kuota justru tidak hanya berdampak ke produsen tapi juga ke konsumen nantinya.

"Sekarang saja harga AC sudah naik sekitar 10%-15%, ini kan memberatkan masyarakat terutama kelas Menengah yang hari ini jumlahnya mencapai 52 juta. Karena AC sekarang kebutuhan utama," ungkapnya.

Darmadi menekankan agar Kementerian Perdagangan peka terhadap persoalan ini.

Sebab, kata dia, dengan kondisi saat ini justru pasokan yang diterima (supply) dengan kebutuhan yang ada (demand) sangat jomplang dimana supply-nya terbatas sementara demand-nya tinggi.

"Jadi pengendalian lewat kuota dulu, ditambah kuotanya supaya supply dan demand berimbang," tandasnya.

Terakhir, Darmadi berharap agar pemerintah dalam hal ini kementerian perdagangan membuka opsi penyediaan lahan untuk kemudian dibangun pabrik AC. Pabrik AC perlu dibangun sebagai upaya memutus ketergantungan akan impor selama ini.

"Hanya saja perlu diatur secara komprehensif rencana pembangunannya nanti. Baru mensyaratkan pabrik AC dibangun disini paling lama 2 tahun. Dan supaya adil, jangan mendadak," pungkasnya.

tag: #bisnis  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...