Oleh Rihad pada hari Sabtu, 19 Des 2020 - 09:06:12 WIB
Bagikan Berita ini :

Inilah Nasihat Pakar Agar Masyarakat Tenang Hadapi Vaksinasi COVID-19

tscom_news_photo_1608343572.png
dr. Dirga Sakti Rambe, Vaksinolog (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Masyarakat perlu mengetahui informasi yang benar terkait vaksin. Informasi yang benar dan terpercaya memberikan pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat dan mengurangi keresahan dan keraguan yang timbul dari penyebaran informasi hoaks terkait vaksin.

“Karena sekarang banyak sekali informasi yang tidak benar. Kedua, vaksin apa pun yang sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah dipastikan efektivitas dan keamanannya," ujar dr. Dirga Sakti Rambe, Vaksinolog, dalam dialog bertema Setelah Vaksin Datang, Apa yang Perlu Disiapkan? yang digelar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (18/12)

Indonesia sendiri bukan sekali-dua kali melaksanakan program vaksinasi yang dikenal juga dengan program imunisasi rutin. Proses distribusi vaksin di Indonesia dari Aceh sampai Papua sudah menggunakan sistem cold chain yang baik, hingga ke pelosok negeri.

Masyarakat yang akan mendapatkan vaksinasi nantinya adalah orang dalam kondisi sehat. Untuk vaksin COVID-19 sendiri diberikan kepada dewasa dengan rentang usia 18-59 tahun. “Nanti dokter atau tenaga kesehatan yang menjadi petugas pasti akan melakukan pemeriksaan (screening) sebelum diberikan vaksin. Yang penting pada hari tersebut kita merasa sehat secara umum”, tegas dr. Dirga.

Untuk mematangkan persiapan vaksinasi, Kementerian Kesehatan tengah melatih 23.000 tenaga vaksinator, selain juga didukung ratusan ribu tenaga kesehatan lainnya. Kesiapan tenaga kesehatan di daerah-daerah juga tengah dipastikan untuk mendukung program vaksinasi nantinya.

Kemudian, masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) karena biasanya berdampak ringan dan segera sembuh dalam waktu satu dua hari. “Yang perlu masyarakat ketahui, manfaat vaksinasi itu jauh lebih besar dari efek sampingnya. KIPI itu mayoritas bersifat ringan seperti bengkak kemerahan di bekas suntikan, kemudian ada demam sebagai tanda vaksinnya bekerja”, ungkap dr. Dirga. Keberadaan vaksin sangat penting dalam mengendalikan pandemi, tapi perlu disadari vaksin tidak seketika memusnahkan pandemi.

“Kita harus sadari vaksin tidak bisa seketika menghilangkan pandemi, karena ada proses distribusi yang panjang, belum lagi jumlah penduduk kita yang lebih dari 260 juta jiwa, oleh karena itu sembari menunggu vaksin dan bahkan sampai nanti vaksinnya ada, kita harus terus menerapkan protokol pencegahan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak aman)," tutur dr. Dirga.

tag: #covid-19  #vaksin  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Ragam

Makanan dan Minuman yang Bisa Turunkan Kolesterol

Oleh Rihad
pada hari Kamis, 14 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Makanan yang mengandung kolesterol dalam jumlah tinggi terkadang sulit untuk dihindari. Padahal kolesterol dianggap sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskular yang ...
Ragam

Vaksin Covid-19 Sebabkan Wanita Mandul? Berikut Penjelasan Pakar Amerika

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ada informasi bahwa vaksin Covid-19 bisa menyebabkan kemandulan. Alasannya vaksin mengandung protein lonjakan atau disebut syncytin-1, yang terkait dengan fungsi plasenta ...