Oleh Rihad pada hari Sabtu, 19 Des 2020 - 11:13:04 WIB
Bagikan Berita ini :

Catatan Prestasi Juliandra Kendalikan Citilink Indonesia

tscom_news_photo_1608351184.png
Juliandra Nurtjahjo (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tantangan dunia penerbangan sangat ketat khususnya di era pandemi Covid-19. Beberapa maskapai tumbang, beberapa lainnya tetap bertahan. Maskapai penerbangan Citilink Indonesia juga menghadapi tantangan berat di era pandemi Covid-19. Berbagai strategi diluncurkan agar Citilink tetap bertahan dan berkembang.

Citilink yang dipimpin oleh

Juliandra Nurtjahjo sejak Maret 2017 mampu bertahan menghadapi kompetisi yang ketat. Kemampuannya dalam menjaga Citilink tetap bertahan bahkan terus mengembangkan diri telah mengantarkan Juliandra untuk memperoleh penghargaan Teropong Inspiring Leader of Professional and Business 2020. Pada acara yang digelar secara daring, Jumat, 18 Desember 2020 tersebut, Julianda menyatakan penghargaan ini diharapkan bisa mendorong semangat dirinya untuk berprestasi lebih baik lagi. "Penghargaan ini juga dipersembahkan untuk seluruh karyawan Citilink Indonesia," katanya.

Juliandra Nurtjahjo sangat berpengalaman di bisnis penerbangan. Ia sendiri berasal dari lingkungan dalam Garuda Indonesia Group. Lulusan S2 Universitas Indonesia itu, dipilih menjadi Dirut Citilink karena kemampuanya dalam mengelola dan mempertahankan standar safety serta dunia marketing selama memimpin GMF AeroAsia. Sebelum diangkat menjadi Dirut GMF AeroAsia, Juliandra menjabat sebagai Direktur Line Operation lebih kurang setahun. Pada awal karirnya, pria asal Jakarta itu juga sempat bekerja di PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) selama 8 tahun.

Kemampuan Juliandra terlihat nyata saat Citilink Indonesia mencetak kinerja positif sepanjang tahun 2019 dengan meraih net profit margin sekitar 5,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah ini merupakan net profit tertinggi sepanjang sejarah Citilink.

“Pencapaian positif ini diraih berdasarkan kontribusi dari pendapatan penumpang, pendapatan kargo, dan pendapatan lain-lain (ancillary). Selain itu, ini juga merupakan hasil upaya Citilink yang terus melakukan berbagai inovasi dan memberikan berbagai layanan terbaik yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Pada tahun 2019, Citilink Indonesia berhasil meraih tingkat ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance-OTP) sebesar 92,5% atau meningkat 9,8% dari tahun 2018 sebesar 82,7%. Sepanjang 2019, Citilink Indonesia juga tercatat telah menerbangkan 12,2 juta penumpang, membuka 21 rute penerbangan domestik baru, dan 6 rute internasional baru menuju ke Malaysia, Tiongkok, Kamboja dan Australia.

Juliandra mengatakan, bukan hal mudah bagi Citilink untuk dapat memperoleh hasil yang baik ini. Berbagai strategi dilakukan oleh Citilink Indonesia, mulai dari penambahan pesawat baru, ekspansi rute penerbangan, pengembangan SDM serta inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan kenyamanan penumpang seperti new boarding pass dan Dining Experience. Saat itu, Citilink Indonesia memiliki armada yang terdiri dari 51 unit Airbus A320, 7 unit ATR 72-600 dan 2 unit Airbus A330-900NEO.

Tantangan Pandemi

Perubahan zaman tidak bisa dipungkiri, adanya pandemi Covid-19 telah mengubah iklim bisnis penerbangan. Pembatasan pergerakan manusia telah menyebabkan kesulitan besar di bisnis angkutan udara. Menghadapi pengurangan penumpang, Citilink menggeser ke bisnis logistik.

“Kami mendayagunakan pesawat-pesawat reguler penumpang untuk mengangkut kargo,” ujar Juliandra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2020).

Juliandra juga menjelaskan, pengembangan lini bisnis kargo ini telah menjadi sumber pendapatan utama Citilink di awal masa pandemi dengan kontribusi pendapatan yang meningkat dari 9 persen menjadi 45 persen. Selama masa pembatasan penerbangan, Citilink memaksimalkan utilisasi pesawat dengan mengoperasikan 20 persen armadanya sebagai angkutan kargo.

“Hingga Agustus 2020, Citilink telah mengangkut kargo ke berbagai destinasi seperti Makassar, Medan, Balikpapan, Kendari serta beberapa rute internasional Singapura, Cina dan berbagai rute lainnya dengan total muatan kargo yang diangkut sekitar 18 ribu Ton. Kedepannya, Citilink akan melakukan ekspansi bisnis kargo ke Kawasan Timur Indonesia,” ujarnya.

Dengan kemampuan Juliandra mengembangkan Citilink, selama 2020, Citilink mendapat banyak penghargaan, antara lain penghargaan “Best ASEAN Tourism Photo” dan “Best ASEAN Airline Program” dari ASEAN Tourism Association dan penghargaan “Best Low-Cost Airline in Asia” dari TripAdvisor.

Komitmen Melayani Indonesia Timur

Di tengah tantangan akibat pandemi Covid-19, komitmen Citilink mengembangkan rute tetap berlangsung khususnya di Indonesia Timur. Antara lain Citilink turut mempromosikan eksistensi Nusa Tenggara Timur sebagai objek pariwisata kebanggaan Indonesia yang memiliki keberagaman wisata spektakuler. NTT memiliki Labuan Bajo yang dikenal dengan keindahan wisata alam bukit laut dan juga pelestarian komodo yang menjadi salah satu dari 7 keajaiban di dunia

Kemudian, Ende merupakan wisata yang terkenal kaya akan sejarah, dimana kota ini merupakan tempat ditetapkannya hari Kelahiran Pancasila oleh Presiden Pertama Republik Indonesia.

Ada pula Bajawa, tempat wisata yang menyajikan keindahan alam pegunungan disertai dengan keotentikan adat istiadat yang masih kental yang terus dibudayakan hingga saat ini.

Selain itu, Waingapu merupakan tempat yang memiliki keberagaman air terjun spektakuler, dimana salah satu destinasi favorit yaitu Air Biru Tak Berujung yang merupakan air terjun terbesar di Sumba.

Penerbangan dari Kupang menuju Waingapu, Bajawa, Ende dan Labuan Bajo akan dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72-600.

Citilink juga melakukan penerbangan perdana dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya menuju Bandar Udara Sentani, Jayapura dengan menggunakan pesawat Airbus A320 pada, Jumat (18/12/2020).

Vice President Corporate Secretary & CSR Citilink Resty Kusandarina mengatakan pembukaan rute baru kali ini merupakan rangkaian dari program Citilink merambah ke Timur Indonesia setelah sebelumnya mengembangkan konektivitas di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Rute Surabaya-Jayapura ini beroperasi setiap hari dengan menggunakan pesawat jenis Airbus A320.***

tag: #citilink  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Profil

Kamrussamad: Agropreneur Bisa Selamatkan Indonesia dari Kemerosotan Ekonomi

Oleh Rihad
pada hari Senin, 08 Mar 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pandemi Covid-19 telah menjadikan ekonomi Indonesia tertekan. Tantangan ini menjadi perhatian semua pihak termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggota anggota Komisi XI ...
Profil

Apakah Said Aqil Pantas Jadi Komisaris BUMN? Coba Simak Profilnya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir baru saja menunjuk Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj menjadi Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. ...