Oleh Rihad pada hari Minggu, 03 Jan 2021 - 21:52:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Harga Tempe Naik Mulai Senin, Apa Masalahnya?

tscom_news_photo_1609685229.jpg
Tempe (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Harga kedelai impor naik sehingga berbuntut produsen tahu dan tempe mogok di Jakarta dan Jawa Barat sejak 1 hingga 3 Januari 2021. Sebanyak 5.000 pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM di DKI Jakarta menghentikan proses produksi tahu dan tempe selama tiga hari, pada 1- 3 Januari 2021.

Mogok kerja ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga bahan baku yakni kedelai dari Rp 7.200 menjadi Rp 9.200 per kilogram. "Tanggal 1 Januari 2021 sampai 3 Januari 2021 para pengrajin tempe tahu, berhenti produksi," kata Sekretaris Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, Handoko Mulyo.

Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifudin memperkirakan lonjakan harga kedelai adalah akibat dari meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina. Saat perang dagang kedua negara memanas, harga kedelai impor turun ke level Rp 6.000 per kilogram.Kini setelah mereda, naik menjadi Rp 9.000 karena permintaan di Cina meningkat.

Pengusaha tahu dan tempe di Jakarta akan mulai menaikkan harga jual produknya ke pasar mulai Senin, 4 Januari 2021. Diperkirakan harga tahu akan dinaikkan Rp 3-4 ribu per papan cetak tahu. Sebelum ada kenaikan harga kedelai, satu papan cetak tahu biasa dijual Rp 23 ribu ke pedagang.

Ketua Gakoptindo Syarifudin memperkirakan harga tempe dan tahu di pasar bakal naik hingga 20 persen untuk menutup lonjakan biaya produksi. Sebab, normalnya harga bahan baku Rp 6.500 per kilogram, maka harga jual tempe berkisar Rp 11.000-12.000 per kilogram. Namun dengan kondisi sekarang, harga bahan baku naik menjadi Rp 9.500 per kilogram, biaya produksi melonjak jadi Rp 13.000-14.000 per kilogram. "Kami mohon pengertiannya," kata dia.

Kementerian Perdagangan membenarkan permintaan kedelai Cina naik dua kali lipat. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto menyatakan selama ini, sebagian besar dari kebutuhan kedelai Indonesia memang dipenuhi dari impor. Para perajin tahu tempe bukannya tidak ingin membeli kedelai lokal. Tapi Masalahnya, harganya belum kompetitif.

Kedelai impor bisa sampai ke Indonesia dengan harga sekitar Rp 6.500. Petani lokal juga menjual dengan harga Rp 6.500. Tapi ini harga ladang. Setelah diangkut ke perajin, lebih mahal. Syarifudin berharap para petani kedelai lokal ini bisa terus diberdayakan. Harga jualnya dikelola agar tidak kalah bersaing dengan kedelai impor.

tag: #tahu  #tempe  #harga  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Bisnis

Raih ISO 37001:2016 BGR Logistics Serius Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Oleh windarto
pada hari Senin, 25 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, BUMN Logistik di Indonesia berhasil peroleh ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan ...
Bisnis

Hutama Karya Yakin Pekanbaru-Padang Sepanjang 254 Km Selesai Tahun Ini

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus melanjutkan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), salah satunya ruas Tol Pekanbaru – Bangkinang ...