Oleh Yoga pada hari Sabtu, 27 Feb 2021 - 16:40:05 WIB
Bagikan Berita ini :

Terkait Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, Pengamat Politik : Sangat Disayangkan Karena Nurdin Abdullah Punya Banyak Prestasi

tscom_news_photo_1614407500.jpg
Ujang Komarudin (Pengamat Politik) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2/21) malam menangkap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi.

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) serta Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan bahwa terjadinya tindak korupsi yang dilakukan oleh Nurdin Abdullah sangatdisayangkan. Hal tersebut dikarenakan Nurdin merupakan Gubernur yang memiliki banyak prestasi menurutnya.

"Sangat disayangkan, karena beliau merupakan salah satu kepala daerah yang memiliki banyak prestasi. Namun hal tersebut bisa terjadi oleh siapapun, dikarenakan sistem kita adalah korup," ungkap Ujang pada wartawan Teropong Senayan.Com, Sabtu (27/2/21).

Ujang menambahkan bahwa, korupsi bisa terjadi oleh siapapun, karena ini persoalan mental pejabat yang rusak dan sistimnya yang korup.

"Ini soal mental. Mental pejabat kita sudah rusak, mangkanya banyak yang melakukan korupsi, lalu sistemnya juga yang korup. Sangat sulit agar pejabat tidak korupsi. Dan yang harus dilakukan pemerintah dan KPK, ya hukuman mati," imbuhnya.

Selain itu, menurut Ujang bagi pejabat - pejabat yang korupsi seharusnya memang dihukum mati agar adanya efek jera pada mereka yang ingin melakukan, sehingga tindak korupsi di Indonesia berkurang dan semakin lama akan hilang.

Menurutnya, ada yang salah dari hukum yang berlaku di Indonesia. Hukuman tindak pidana korupsi di Indonesia terlalu ringan.

"Contohnya saja, koruptor korupsi sebesar 5M kemudian ia bayar pengacara, pengadilan, penegakan hukum dan lainnya hanya habis 2,5 M dan hanya dihukum 2 tahun. maka dia akan masih punya uang 2,5 M lagi yang nantinya dia keluar penjara dia masih kaya raya, maka dari itu tidak akan ada efek jera," katanya.

Dalam kasus ini, tentunya Nurdin Abdullah akan melakukan pembelaan diri.

tag: #kpk  #korupsi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Uji Klinis Vaksin Nusantara Tanpa Izin BPOM, Anggota DPR Nekat Jadi Relawan

Oleh Yoga
pada hari Kamis, 15 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Perkembangan vaksin nusantara yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kembali menjadi perhatian. Pasalnya, saat ini vaksin Nusantara tetap ...
Berita

Ada Laporan Pekerja Migran Dipalak Saat Jalani Karantina, Ini Langkah Benny Rhamdani

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar RS Wisma ...