Oleh Ariful Hakim pada hari Rabu, 03 Mar 2021 - 17:42:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Menkeu: Pegawai Pajak Terlibat Suap Sudah Dibebastugaskan

tscom_news_photo_1614768165.jpg
Menteri keuangan Sri Mulyani (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Menteri keuangan mengaku geram, setelah pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan diduga terlibat kasus suap. Sri Mulyani pun memastikan pegawai tersebut telah dibebastugaskan. Hal itu diungkapkannya dalam acara press statement pengusutan dugaan kasus suap yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (3/3/21).

Pembebasan tugas dan pengunduran diri pegawai yang diduga terlibat kasus suap ini, dikatakan Sri Mulyani untuk memudahkan lembaga antirasuah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Dan yang bersangkutan telah mengundurkan diri dan sedang diproses dari sisi administrasi ASN. Dengan langkah tersebut proses penegakan hukum oleh KPK tidak akan memberikan imbas negatif kepada kinerja dari organisasi DJP," ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun memberikan apresiasi kepada KPK yang berhasil mengusut dugaan kasus suap yang melibatkan pegawai otoritas pajak nasional.

"Kementerian Keuangan mengapresiasi dan menghargai serta mendukung sepenuhnya langkah KPK yang juga disertai unit kepatuhan di lingkungan Kemenkeu yang bekerjasama untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan suap yang melibatkan pegawai DJP," ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Sri Mulyani akan memburu wajib pajak (WP) yang diduga memberikan suap, termasuk membongkar dugaan kurang bayar pajaknya. Agar kasus tersebut tidak terulang lagi,Sri Mulyanipun menginstruksikan kepada seluruh jajaran dan pimpinan unit di Kementerian Keuangan untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan, khususnya kepada Inspektorat Jenderal (Itjen) yang menjadi "polisi" internal di Kementerian Keuangan.

Kementerian Keuangan akan terus bekerja sama dengan KPK dalam rangka meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan negara khususnya yang berasal dari perpajakan sesuai dengan UU. Apalagi, wanita yang akrab disapa Bu Ani ini mengatakan Maret-April menjadi bulan yang sibuk bagi DJP karena ada pelaporan SPT Tahunan bagi WP orang pribadi (OP) maupun badan atau korporasi.

"Ini bulan-bulan yang sangat sibuk dan sangat penting saya berharap dan memberikan instruksi seluruh pegawai DJP untuk tetap jaga semangat, fokus jalankan tugas dan saling terus menjaga agar integritas masing-masing pribadi dan institusi tidak di khianati atau dilukai," kataSri Mulyani

tag: #sri-mulyani  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Bisnis

Ekspor Benih Lobster Resmi Dilarang, KKP Pilih Utamakan Budidaya

Oleh Rihad
pada hari Friday, 16 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan tidak akan lagi memberikan izin terhadap ekspor benih bening lobster (BBL). Larangan ekspor benih lobster ini karena ...
Bisnis

Mahfud: Pemerintah Bakal Tagih Dana BLBI Rp110 Triliun

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD  mengungkapkan Pemerintah bakal menagih dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) ...