Berita
Oleh Rihad pada hari Wednesday, 03 Mar 2021 - 22:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Calon Jemaah Haji Rejang Lebong Harus Tunggu 21 Tahun

tscom_news_photo_1614786558.jpg
Haji (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa daftar tunggu haji di daerah itu saat ini sudah mencapai 4.656 orang sehingga waktunya bisa mencapai 21 tahun ke depan.

Kepala Kemenag Rejang Lebong H Nopian Gustari di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan jumlah warga yang sudah mendaftarkan haji ini jika dikurangi dengan jumlah kuota yang diterima daerah itu sebanyak 232 orang maka baru akan selesai tahun 2042.

"Sampai saat ini jumlah warga Rejang Lebong yang sudah mendaftarkan diri untuk berangkat haji sebanyak 4.656 orang, jika dibagi dengan jumlah kuota yang kita terima sebanyak 232 orang maka baru selesai 21 tahun kedepannya atau sekitar tahun 2042 nanti," katanya.

Dia mengatakan jumlah warga yang mendaftar haji tersebut akan terus bertambah sampai akhir tahun 2021 nanti.

Menurut dia tingginya minat masyarakat setempat untuk melaksanakan ibadah haji menunjukkan mulai tingginya kesadaran umat Islam guna menjalankan rukun Islam kelima tersebut, serta meningkatnya perekonomian masyarakat di 15 kecamatan Kabupaten Rejang Lebong.

"Kita tetap menerima pendaftaran haji, kendati sampai hari ini belum ada yang menyatakan pemberangkatan haji setelah pemerintah Arab Saudi melarang umrah dan haji dari 21 negara yang sedang terdampak penyebaran COVID-19, salah satunya adalah Indonesia," katanya.

Selain menerima pendaftaran haji, pihaknya juga tengah melakukan pembaruan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor telepon seluler warga yang sudah mendaftarkan diri dan gagal berangkat pada 2020 lalu.

"Kemudian kita juga akan mengumpulkan kembali paspor mereka yang pemberangkatannya pada 2020 lalu tertunda karena pandemi COVID-19, mengingat dari rombongan yang gagal berangkat ini terdapat 12 paspor yang masa berlakunya akan habis sehingga harus dilakukan perpanjangan," katanya.

Sejauh ini pengurusan administrasi pemberangkatan haji 2020 semuanya sudah selesai dan tinggal menunggu pemberangkatan saja, namun pihaknya belum bisa memastikan kapan akan berangkat karena belum ada informasinya dari pemerintah pusat serta pemerintah Arab Saudi, demikian Nopian Gustari.

Wajib Vaksin

Kementerian Kesehatan Arab Saudi memutuskan bahwa hanya jemaah yang sudah divaksin COVID-19 saja yang diizinkan mengikuti haji tahun ini, demikian seperti dilansir surat kabar Okaz.

"Vaksin COVID-19 wajib bagi mereka yang hendak menjalani ibadah haji sekaligus akan menjadi syarat utama (untuk mengantongi izin masuk)," bunyi laporan tersebut, mengutip surat edaran yang ditandatangani menteri kesehatan.

Pada 2020, kerajaan Arab Saudi secara dramatis memangkas jumlah jemaah menjadi sekitar 1.000 orang guna membantu mencegah penyebaran virus corona, setelah melarang jamaah dari luar negeri untuk pertama kalinya di zaman modern.

tag: #haji  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Wakil Ketua DPR Gunakan Rantis Maung ke Kantor

Oleh Yoga
pada hari Thursday, 15 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, terlihat menggunakan mobil karya anak bangsa. Ia menaiki mobil maung hitam buatan PT Pindad.  Mobil berplat RI-64 ini ...
Berita

Kasus Covid Turun, Puan Minta Pemerintah Tak Lengah

JAKARTA ( TEROPONG SENAYAN ) -- Ketua DPR RI Puan Maharani melihat euforia di tengah masyarakat setelah angka kasus penularan Covid-19 tercatat turun dalam beberapa waktu terakhir. Ia meminta ...