Berita

Bolehkan Warung di Bulan Puasa, Menteri Agama Menyesatkan?

Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Rabu, 10 Jun 2015 - 15:08:55 WIB

Bagikan Berita ini :

79lukman-hakim.jpg

Lukman Hakim Saifuddin (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota komisi VI DPRRI dar fraksi PKB Kholilurrahman menyebut pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin tentang rumah makan boleh buka siang hari di bulan puasa, menyesatkan.

‎"Pernyataan Menag, rumah makan boleh buka siang hari di bulan Ramadhan, menyesatkan. Kalau di bali saja saat hari nyepi bisa dijalankan dengan efektif, Sehingga harus dihormati oleh ummat selain Hindu juga. Kenapa untuk bulan Ramadhan tidak bisa," ungkap Khalilurrahman di Gedung DPRRI, Jakarta, Rabu (10/6/2015).

Khalilurrahman berpandangan seharusnya Menteri Agama lebih menekankan pada penghormatan terhadap umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Bukan sebaliknya, membiarkan warung makan bebas menjajakan jualan makanannya.

"Hormatilah ummat islam yg sedang berpuasa,"ungkapnya.

Ia menekankan Menteri Agama tidak memberikan kebebasan bagi warung makanan secara umum untuk tetap berjualan ditengah masyarakat muslim menahan haus dan lapar saat ibadah puasa. Setidaknya, kata Khalilurrahman, dispensasi lebih wajar diberikan bagi warung makan ditempat-tempat tertentu.

"Kecuali di titik-titik tertentu seperti terminal yang memang banyak musafir yang kita tahu mereka boleh tidak berpuasa, atau tempat-tempat lain seperti rumah sakit. Itupun mereka buka warung jangan vulgar sehingga tidak menyinggung perasaan ummat islam yang sedang berpuasa. Memang Menag berdalih dengan alasan Hak Asasi Manusia," jelasnya.

"Tapi kita harus tahu bahwa HAM tu tingkatnya di bawah norma agama bagi yang memeluknya. ketika HAM bertentangan dengan norma agama maka norma agamalah yang harus didahulukan tanpa mencederai HAM." (iy)

tag: #menteri agama  #puasa 2015  #ramadhan 1436 H  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement