Oleh TEDDY GUSNAIDI Wakil Ketua Umum / Juru Bicara Partai Garuda pada hari Senin, 04 Des 2023 - 15:45:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Seharusnya Prabowo yang Panik, Kenapa Malah Kalian yang Panik?

tscom_news_photo_1701679558.jpg
Teddy Gusnaidi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kalau Gibran dibilang anak ingusan, dianggap tidak level jika dibandingkan dengan kandidat lain, dianggap kurang pengalaman dan kehadirannya dianggap melemahkan Prabowo, seharusnya kalian senang, karena Prabowo bisa kalah dalam Pilpres ini.

Dengan adanya Gibran yang kalian anggap sebagai orang yang bisa melemahkan Prabowo, seharusnya kubu Prabowo Gibran yang panik dan kelabakan, sibuk memoles bagaimana caranya agar supaya elektabilitas Prabowo tidak merosot dengan kehadiran Gibran.

Sayangnya yang kelabakan, panik dan sibuk itu malah pihak lain. Sibuk menyerang Gibran, sibuk menyerang keluarga Gibran bahkan ada yang sibuk membuat fitnah. Itu dilakukan secara masif dan berjamaah tanpa henti. Berlomba-lomba siapa yang paling banyak menyerang.

Pertanyaannya, Gibran ini sebenarnya melemahkan Prabowo atau melemahkan kalian sih?

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Lainnya
Opini

Ketika Rakyat Diharuskan Berhemat, Kekuasaan Berpesta Program

Oleh Didi Irawadi Syamsuddin, S.H., LL.M. Lawyer | Writer | Politician
pada hari Minggu, 05 Jul 2026
Sebuah negara tidak runtuh hanya karena ekonomi melemah. Negara mulai kehilangan arah ketika hukum terasa semakin tajam kepada sebagian orang, tetapi tumpul kepada sebagian yang lain. Saat itulah ...
Opini

MENGHENTIKAN TEKANAN BERKESINAMBUNGAN

Sejak Indonesia   patuh pada UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing dan sejumlah regulasi lain atas dikte pihak asing pada 1967-1968, rakyat Indonesia sudah terjerat oleh kekuatan ...