Oleh Fath pada hari Senin, 06 Apr 2026 - 08:59:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Keren! Bobibos Siap Diproduksi Massal di Timor Leste

tscom_news_photo_1775440780.jpg
Mulyadi politikus Partai Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Bahan bakar kendaraan berbasis nabati dari jerami, Bobibos, dikabarkan akan segera di launching atau produksi massal di negara tetangga Indonesia yakni Timor Leste. Bahan bakar nabati (BBN) yang dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula dikabarkan akan dilauching di Timor Leste pada bulan April 2026.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra sekaligus pembina BOBIBOS, Mulyadi, mengungkapkan skema bisnis yang akan dijalankan pihaknya di Timur Leste. Mulyadi mengatakan, Bobibos akan bekerjasama dengan perusahaan swasta Timur Leste yang direkomendasikan pemerintah setempat.

“Jadi, Bobibos bekerja sama dengan perusahaan Timor Leste yang direkomendasikan pemerintah. Kita membuat perusahaan bersama di Timor Leste, 51% perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah Timor Leste dan 49% Bobibos Indonesia,” kata Mulyadi kepada awak media di Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Lebih lanjut, Mulyadi menerangkan, bahwa konteks kerjasama antara Bobibos dengan perusahaan asal Timor Leste tersebut akan dilakukan secara proporsional. Nantinya, kata Mulyadi, perusahaan swasta yang dipersiapkan Timor Leste tersebut akan menyiapkan pabrik, gudang, hingga alat-alat mesin non produksi.

Mulyadi menekankan, Kerjasama Bobibos dengan perusahaan swasta Timor Leste tidak akan melibatkan BUMN setempat. Kerjasama, lanjut Mulyadi, murni dengan perusahaan swasta yang direkomendasikan pemerintah Timor Leste sesuai perjanjian pada tanggal 24 Desember 2025.

“Lalu, konteks kerjasamanya secara proporsional. Mereka (perusahaan swasta) menyiapkan pabrik, menyiapkan gudang, alat-alat mesin non-produksi tapi alat-alat yang bersifat kepertanian, dan lahan sawah,” jelas Mulyadi.

Kemudian, Mulyadi menambahkan, pemerintah Timor Leste sendiri sudah menyiapkan SPBU tentang berapa titik yang akan dibangun. Kebutuhan SPBU tergantung dari desain dan target produksi yang diminta Timor Leste.

“Itu nanti tergantung desain produksi dan target produksi yang diminta oleh Timor Leste,” beber dia.

Mulyadi melanjutkan, untuk tenaga kerja dari pihak Bobibos hanya akan mengisi posisi sesuai ekspertisenya. Sementara di level operasional seperti SPBU, pabrik dan lainnya akan diisi oleh masyarakat Timor Leste sendiri.

“Terkait tenaga kerja tentu dari pihak Bobibos Indonesia hanya kepada sesuai dengan ekspertisenya. Tapi kalau tenaga-tenaga kerja yang di level operasional seperti di SPBU dan seterusnya tentu masyarakat Timor Leste sendiri,” ungkap dia.

Skema Bisnis dengan Negara Lain dan Provinsi di Indonesia

Bobibos kemungkinan akan menjalankan dan menerapkan skema bisnis yang sama di negara-negara lain termasuk untuk provinsi-provinsi di Indonesia bilamana memungkinkan dan berminat.

“Kemudian skema untuk negara-negara lain bahkan untuk pemerintah daerah di Indonesia jika memungkinkan kita sama seperti itu,” tutur Mulyadi.

Jadi pada dasarnya, Bobibos hanya memiliki saham 49 persen di setiap kerjasama. Selain di Timor Leste. Bobibos dikabarkan akan menjalin kerjasama di Vietnam, Malaysia dan Norwegia.


“Jadi dari Bobibos hanya 49% dari negara lain atau provinsi yang ternyata akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat jika diizinkan. Pemerintah provinsi itu akan pegang 51 persen Bobibos jadi kami hanya mensupport terkait teknologi dan mesin khususnya saja,” tegas Mulyadi.


Terakhir, Mulyadi pun berharap, agar kerjasama dan launching Bobibos di Timor Leste akan berjalan lancar. Mulyadi ingin agar Bobibos dapat menjadi alternatif atau opsi bahan bakar selain BBM.


“Bismillah,” singkat Mulyadi.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement