Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 18 Apr 2026 - 12:28:06 WIB
Bagikan Berita ini :

Legislator Dorong Implementasi PP Tunas untuk Wujudkan Ruang Digital Anak yang Aman dan Sehat

tscom_news_photo_1776490086.jpg
Anggota Komisi I DPR RI Andina Narang (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menyelenggarakan Webinar Literasi Digital bertema “PP Tunas: Ruang Digital Anak Aman dan Sehat” pada Selasa (14/4) pukul 12.00 WIB di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui peningkatan literasi digital masyarakat.

Webinar ini menghadirkan Andina Thresia Narang sebagai narasumber utama dari Komisi I DPR RI. Dalam paparannya, Andina menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital merupakan isu yang semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan internet oleh anak dan remaja.

Menurut Andina, kehadiran kebijakan PP Tunas menjadi langkah strategis dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah anak. Namun demikian, implementasi kebijakan tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Ruang digital harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan berkembang. Oleh karena itu, implementasi PP Tunas perlu didukung dengan literasi digital yang kuat di masyarakat,” ujar Andina.

Ia juga menekankan bahwa anak-anak saat ini merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi digital. Di satu sisi, hal ini memberikan peluang besar dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas. Namun di sisi lain, terdapat berbagai risiko yang perlu diantisipasi, seperti paparan konten negatif, cyberbullying, hingga kejahatan siber.

Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Andina menegaskan bahwa DPR RI terus mendorong penguatan regulasi dan kebijakan yang berorientasi pada perlindungan anak di ruang digital. Ia juga mengajak orang tua, pendidik, serta masyarakat untuk berperan aktif dalam mendampingi anak dalam menggunakan teknologi digital.

“Perlindungan anak di ruang digital tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan peran aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat agar anak-anak dapat menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Selain menghadirkan narasumber dari Komisi I DPR RI, webinar ini juga menghadirkan Rosarita Niken Widiastuti sebagai narasumber akademisi dan praktisi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa literasi digital merupakan fondasi utama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan digital, khususnya bagi anak-anak.

Sementara itu, Muhammad Jamilun menyoroti pentingnya peran dunia pendidikan dalam membentuk karakter dan perilaku digital anak. Ia menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi mengenai etika digital, keamanan, serta penggunaan teknologi yang bijak.

Kegiatan yang dipandu oleh MC Aesha Najwa Alia dan dimoderatori oleh Ayu Amelia ini berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, serta masyarakat umum. Diskusi yang berlangsung membahas berbagai strategi dalam menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak-anak di Indonesia.

Sebagai penutup, kegiatan webinar turut dimeriahkan dengan penampilan hiburan dari SC Band, yang menambah suasana hangat dan interaktif selama acara berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal KPM Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap literasi digital masyarakat semakin meningkat sehingga mampu menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan ramah anak.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di era digital.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement