Oleh Fath pada hari Senin, 15 Jun 2026 - 11:32:24 WIB
Bagikan Berita ini :

Legislator Khawatir PT Berdikari Persero Matikan Peternak Kecil

tscom_news_photo_1781497944.jpg
Bambang Purwanto Politikus Demokrat (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi IV DPR RI, Bambang Purwanto, menilai langkah
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang akan menggelontorkan anggaran kepada PT PT Berdikari (Persero), bagian dari Holding Pangan BUMN (ID FOOD) untuk hilirisasi ayam berpotensi membunuh para peternak kecil.

Pasalnya, kata Bambang, langkah Danantara menyuntikkan dana ke PT Berdikari untuk hilirisasi hanya akan membuat perusahaan pelat merah tersebut menguasai pembibitan ayam, produksi pakan hingga berternak.

Demikian disampaikan Bambang merespons
langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyetujui pembiayaan Rp 5 triliun untuk tahap awal proyek hilirisasi ayam terintegrasi. PT Berdikari ditunjuk menjadi pelaksana dari hilirisasi ayam tersebut.

“Tentu upaya ini baik untuk swasembada daging akan tetapi hal ini akan membunuh peternak kecil yang seharusnya dibina dan kerjasama dengan Berdikari. Jangan sampai justru Berdikari malah menguasai mulai dari pembibitan ayam, produksi pakan kemudian membesarkan sendiri tentu upaya semacam ini,,” jelas Bambang, Senin, 15 Juni 2026.

Lebih jauh, Bambang menjelaskan, maksud kerjasama dan pembinaan PT Berdikari dengan peternak antara lain ialah penyediaan bibit dan pakan. Sementara, lanjut Bambang, yang membesarkan adalah para peternak kecil.


“Harus kerjasama dengan peternak kecil yang sudah banyak tumbuh sejak dulu sehingga peternak kecil tetap bisa berkembang. Sehingga saling menghidupkan antara Berdikari dan peternak kecil,” ungkap Bambang.

Bambang menekankan, bilamana nantinya PT Berdikari akan menguasai pembibitan ayam, produksi pakan hingga kemudian beternak dan membesarkan sendiri sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Upaya semacam ini bertentangan dengan semangat Pancasila, karena keberadaan Berdikari yang seharusnya membantu peternak kecil justru akan membunuh peternak kecil,” beber Bambang.

Tak hanya itu, Bambang menegaskan, rencana PT Berdikari untuk meminta izin ke PT RNI selaku induk holding BUMN pangan untuk menggunakan dana Rp 16,7 miliar yang disediakan Danantara sangat berlebihan.

“Bayangkan persiapan pembuatan bowplang juga terlalu berlebihan, bayangkan untuk upaya persiapan 6 lokasi diperlukan dana sebesar Rp 16,7 miliar perlu diwaspadai,” tutur Bambang.

Diketahui, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyetujui pembiayaan Rp 5 triliun untuk tahap awal proyek hilirisasi ayam terintegrasi.

Proyek hilirisasi pertanian ini akan mengembangkan industri pengolahan ayam terintegrasi di enam daerah mulai dari Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement