Oleh Fath pada hari Senin, 15 Jun 2026 - 09:41:05 WIB
Bagikan Berita ini :

Peneliti Intelijen Ini Cemas Soal Ancaman Ketahanan Listrik dan Air Dibalik Mengguritanya Data Center di RI

tscom_news_photo_1781491265.jpg
(Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Peneliti Neptun atau NP
Intelligence, Dian Agustina, membeberkan dampak dari keberadaan data center di sebuah negara atas stok atau ketersediaan listrik dan air.

Dian menuturkan, mengacu laporan International Energy Agency (IEA), data center sendiri mengkonsumsi sekitar 415 TWh listrik pada 2024. Jumlah ini, kata Dian, sekitar 1,5 persen dari total konsumsi listrik dunia.

“Angka itu tumbuh 12 persen per tahun sejak 2017, empat kali lebih besar dari laju pertumbuhan konsumsi listrik dunia secara keseluruhan. Pada 2025, konsumsi listrik data center global naik menjadi 448 TWh. Jika diperlakukan sebagai negara, data center menjadi konsumen listrik terbesar ke-11 di dunia,” kata Dian, Senin, 15 Juni 2026.

Selain listrik, kata Dian, data center juga membutuhkan ketersediaan air melimpah. Pasalnya, dalam data center ada AI, cloud computing, streaming, transaksi digital, hingga percakapan dengan chatbot yang sedang berjalan.

“Saat infrastruktur skala besar itu beroperasi, otomatis butuh listrik yang sangat tinggi untuk bisa running. Butuh air yang sangat banyak untuk mendinginkan mesin-mesin server yang bekerja tanpa henti. Itu baru satu fasilitas,” tutur Dian.

Indonesia Mulai Jadi Primadona


Dian tidak menampik bahwa Indonesia saat ini mulai menjadi primadona pilihan perusahaan untuk membangun data center. Dian menuturkan, saat Google, Microsoft, dan Amazon mengumumkan rencana membangun data center di Indonesia, pemerintah menyambutnya dengan antusias.

“Angka investasi triliunan rupiah menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap ekonomi digital Indonesia,” tegas Dian.


Tak hanya itu, kata Dian, hingga April 2026, Indonesia masuk dalam 15 besar negara dengan data center terbanyak di dunia. Kita memiliki kurang lebih 190-an data center yang tersebar di 32 kota.

Terbanyak di Jakarta, Cikarang, Cibitung, disusul kemudian Batam, Surabaya, dan beberapa kota lain. Investasinya memang nyata.

“Tahun lalu devisa masuk dari sektor ini mencapai USD 2,81 miliar dan diproyeksikan menjadi USD 6,08 miliar pada 2031,” jelas Dian.

Dampak Data Center Terhadap Satu Kota

Di Virginia, AS, kota yang diklaim sebagai pusat data center dunia, masyarakatnya mulai melawan karena krisis air dan listrik. Virginia mengalami kondisi kekeringan berbulan-bulan pada 2024.

Kata Dian, utilitas di wilayah itu melaporkan sekitar 899 juta galon air minum yang digunakan data center sepanjang 2023, melonjak 250% dibanding tahun-tahun sebelumnya.


Dian mengakui, di Indonesia sinyal-sinyal seperti di Virginia sudah mulai muncul. Batam contohnya, kata Dian, rencana pembangunan sembilan fasilitas data center di Nongsa Digital Park diperkirakan mengonsumsi sekitar 29 juta liter air per hari.

“Secara keseluruhan, keberadaan data center di Batam, baik yang sudah beroperasi maupun yang direncanakan, diperkirakan menyedot sekitar 8 persen dari total pasokan air Batam,” jelas Dian.


Dian menganalisa, kapasitas suplai air bersih maksimum Batam hanya sekitar 3.000 liter per detik, dan 90% sudah terserap untuk kebutuhan industri serta rumah tangga.

Oleh sebab itu, lanjut Dian, pembangunan satu pusat data besar dapat mengonsumsi ratusan ribu liter air per hari untuk sistem pendingin server.

“Jika tidak diatur dengan cermat, Batam bisa menghadapi defisit air dalam satu dekade ke depan,” beber Dian.

Sementara untuk wilayah Bekasi dan Cikarang, Dian mengungkapkan, telah terjadi penurunan muka tanah sebesar 3,8 cm hingga 4,6 cm per tahun akibat eksploitasi berlebihan.

“Ironisnya, sebagian besar air yang digunakan untuk pendinginan server berasal dari air tanah dalam yang seharusnya menjadi cadangan strategis untuk kebutuhan manusia saat kekeringan,” tandas Dian.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement