
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)– Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, berharap, pemerintah dapat memastikan kesiapan regulasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air agar pertumbuhan industri digital dalam hal ini data center tidak menimbulkan persoalan lingkungan dan sosial di kemudian hari.
Andi Iwan menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya air dalam pembangunan data center. Pasalnya fasilitas tersebut membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk mendukung sistem pendingin server.
“Kita harus memastikan bahwa kebutuhan air untuk data center tidak mengganggu hak masyarakat terhadap akses air bersih. Karena itu, pengaturan terkait pemanfaatan air harus dilakukan secara ketat dan terukur,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Tak hanya itu, ia meminta , agar setiap pembangunan data center harus didukung kajian lingkungan yang komprehensif serta memperhatikan daya dukung wilayah.
Pemerintah daerah, lanjut dia, juga berhati-hati dalam memberikan izin pembangunan, terutama di kawasan yang telah mengalami tekanan terhadap ketersediaan air.
Menurut Andi Iwan, penggunaan teknologi pendingin yang lebih efisien perlu menjadi standar dalam industri data center di Indonesia.
Teknologi seperti closed-loop cooling system, liquid cooling, hingga pemanfaatan air daur ulang dapat menjadi solusi untuk menekan konsumsi air.
Selain itu, ia mendorong agar perusahaan data center tidak hanya fokus mengurangi penggunaan air, tetapi juga menerapkan konsep water positive dengan berkontribusi terhadap konservasi sumber daya air melalui pembangunan sumur resapan, kolam retensi, maupun restorasi daerah aliran sungai.
“Investasi digital harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. Jangan sampai transformasi digital justru menimbulkan masalah baru bagi masyarakat dan ekosistem,” tegasnya.
Andi Iwan melanjutkan, kesiapan Indonesia dari sisi komitmen pemerintah dan potensi pasar terkait investasi data center memerlukan regulasi yang lebih spesifik terkait pengelolaan listrik dan air.
Sekali lagi, ia memandang. Hal ini diperlukan industri data center agar investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga ketahanan lingkungan.
“Dengan tata kelola yang baik, Indonesia tidak hanya bisa menjadi tujuan investasi data center, tetapi juga menjadi contoh pengembangan industri digital yang berkelanjutan di kawasan,” beber dia.
Indonesia Punya Peluang Besar Jadi Tujuan Utama Investasi
Andi Iwan mengakui saat ini Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan utama investasi data center (pusat data) di kawasan Asia Tenggara.
Andi Iwan mengatakan, kebutuhan global terhadap layanan komputasi awan dan teknologi Artificial Intelligence (AI) terus meningkat.
Hal ini, tegas dia, telah membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menarik investasi data center dari perusahaan-perusahaan teknologi dunia.
“Indonesia memiliki pasar digital yang besar, posisi geografis yang strategis, serta sumber daya yang cukup untuk mendukung pengembangan industri data center. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal,” kata Politikus Partai Gerindra ini.
Menurutnya, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan daya tarik investasi melalui penyederhanaan perizinan dan pemberian kepastian hukum bagi investor.
Ia menilai upaya tersebut perlu terus diperkuat, termasuk melalui sinkronisasi regulasi antar kementerian dan lembaga agar proses investasi berjalan lebih efektif dan tidak tumpang tindih.