Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 05 Okt 2015 - 21:13:07 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemetaan Proyek Listrik 35.000 MW Tak Jelas

98listrik.jpg
Listrik (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sekretaris Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) Ekawahyu Kasih mengatakan, berdasarkan data perencanaan mega proyek listrik 35.000 Megawatt (MW) yang dimiliki Perusahan Listrik Nasional (PLN), tidak ada pemetaan yang jelas bagaimana menjalankannya.

Program Nawacita menargetkan hingga 2019 Indonesia sudah memiliki 35.000 MW energi listrik guna meningkatkan rasio elektrifikasi dalam negeri dari 84 persen menjadi 100 persen. Program itu juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat 8,9 juta rumah tangga belum teraliri listrik.

"Tapi itu di mana? Berdasarkan data yang kami peroleh dari PLN itu tidak ada penjabarannya. Sebab itu prioritas untuk rakyat harus dipetakan supaya Indonesia tahu," katanya dalam diskusi bertajuk "35.000 MW Untuk Siapa?" HIPMI Center, Menara Bidakara 2, Lantai 8, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2015).

Selain itu, Ekawahyu juga menyayangkan tidak jelasnya target pembangunan, apakah mega proyek tersebut untuk kebutuhan rumah tangga, atau industri bisnis, mengingat yang belum menikmati listrik tersebut adalah rumah tangga di daerah pelosok luar pulau jawa.

"Berapa bisnis, berapa rumah tangga tidak terpetakan. Sehingga kita bingung ini untuk siapa?," imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyoroti asumsi pertumbuhan ekonomi yang dimiliki PLN untuk menjalankan mega proyek itu. Dari data yang ia peroleh, dari 2015 hingga 2019, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6,1%, dibutuhkan 36.787 MW.

"Pertumbuhan ekonomi sekarang? Mungkin 5,1. Jadi itu harus direvisi," tambahnya.

Jika pemerintah tidak merevisi target pembangunan tersebut, Ekawahyu mengkhawatirkan akan banyak pihak yang dirugikan, misalnya perbankan dan industri.

"Mungkinkah 35 ribu MW? Menurut pengusaha sudah tidak mungkin," tandasnya.(yn)

tag: #mega proyek listrik  #listrik  #pln  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Guru PPKn, Lokomotif Pendidikan Pancasila di Sekolah

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Selasa, 04 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) mempunyai relasi besar terhadap pendidikan Pancasila di institusi pendidikan. Untuk itu, guru yang mengemban amanah di ...
Berita

Jangan Sembarangan, Klaim Obat COVID-19 Harus Lewat Pengujian

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan tidak bisa seseorang mengklaim telah menemukan obat untuk mengobati COVID-19 tanpa melalui ...