Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Kamis, 29 Okt 2015 - 01:35:00 WIB
Bagikan Berita ini :
Nekat Masuki Laut China Selatan

China Ancam Kapal Amerika dengan Rudal

65kapal-amerika.jpg
Kapal perang Amerika Serikat (Sumber foto : Istimewa)

BEIJING (TEROPONGSENAYAN) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China dikabarkan keberatan dengan masuknya kapal perang Amerika Serikat (AS) bernama USS Lassen ke wilayah Laut China Selatan.

Pihaknya bahkan telah memperingatkan kapal tersebut dengan menggunakan rudal taktis dan minta segera hengkang dari wilayah yang masih dalam sengketa dengan Filipina. Adapun daerah yang masih disengketakan di Subi Reef yang menjadi bagian dari Kepulauan Spratly, Filipina.

Pihak AS menyatakan kapal tersebut dapat memasuki Laut China Selatan dan tidak mempersoalkan batas 12 mil laut yang sudah disepakati. Sekretaris Kementerian Pertahanan AS Ash Carter menambahkan, pihaknya telah mendengar masalah teritorial tersebut. Meski demikian, China tidak bisa menerima begitu saja.

“Apa yang dilakukan oleh AS dapat menjadi ancaman bagi kedaulatan dan keamanan China. Itu juga dapat membahayakan kedaulatan, menganggu keamanan dan stabilitas wilayah. Kami menyatakan tidak setuju dengan hal tersebut,” ujar pihak Kementerian Pertahanan China, seperti dilansir laman resminya, Selasa (27/10/2015).

Sementara pihak Filipina mengatakan, pihak USS Lassen dapat memasuki wilayah tersebut dan China tidak bisa mengklaim begitu saja wilayah tersebut.

“Kami secara rutin bertugas di wilayah Laut China Selatan didasari oleh hukum internasional. Kami bertugas di udara, laut, dan di semua tempat di dunia didasari oleh hukum internasional yang berlaku. Hukum internasional memperbolehkan sebuah kapal singgah di lautan negara lain tanpa pemberitahuan sebelumnya,” ujar pihak Kementerian Pertahanan.

Pihak Angkatan Laut China bersiap menghancurkan kapal yang mendekati Kepulauan Spratly. Saat ditanya mengenai hal tersebut, pihak angkatan laut, Bill Urban, menolak berkomentar.

Menurut statistik, sekira 30 persen kapal melewati Laut China Selatan. Daerah tersebut memang dikenal kaya akan potensi ikan dan mineral laut. Pihak China mengaku setuju untuk dilakukannya investigasi lebih lanjut, tetapi menolak jika harus menspesifikkan wilayah kemaritimannya.

China menyatakan bahwa wilayah Laut China Selatan adalah bagian dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Sedangkan Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga menyatakan bahwa mereka berhak atas wilayah tersebut.(yn)

tag: #laut china selatan  #china  #kapal amerika  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ingin Berobat dan Mengurus Pesantren, Bupati Bener Meriah Mundur

Oleh Rihad
pada hari Sunday, 24 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tgk Sarkawi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, yang diumumkan kepada masyarakat pada saat pelaksanaan ibadah ...
Berita

Pasien yang Lolos dari Wisma Atlet Ditemukan di Tasikmalaya Sedang Naik Motor

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tim gabungan berhasil mengevakuasi pasien positif COVID-19, Kamis 21 Mei 2020  pukul 01.15 WIB. Kejadiannyai  berada di cek poin Pos Pengamanan Operasi Ketupat ...