Bisnis
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Kamis, 26 Nov 2015 - 14:13:37 WIB
Bagikan Berita ini :

Daya Beli Saat Ini Turun Drastis, Indikasi Ekonomi Memburuk

13daya-beli.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek untuk menentukan nilai strategis kebijakannya dalam mendongkrak daya beli masyarakat.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Intitute For Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartaty saat menjadi pembicara pada Auditorium Puri IPMI International Business School, Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Enny mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat saat ini mengalami penurunan drastis. Kondisi tersebut dapat menjadi indikator bagi memburuknya situasi ekonomi nasional jika pemerintah salah dalam menelorkan kebijakannya.

"Ini masalahnya daya beli masih sangat rendah, jadi apapun kebijakan pemerintah yang bisa mendistorsi (daya beli) itu harus dipinggirkan dulu. Itu saja sudah mampu memiliki dampak stimulus fiskal yang baik," ungkap Enny.

Ia memberikan catatan dengan berbagai rencana kebijakan pemerintah yang dinilainya justru akan memperlemah daya beli masyarakat. Jika itu dilanjutkan, maka konsumsi domestik sebagai basis penggerak ekonomi nasional akan limbung.

"Ini menynagkut berbagai kebijakan pemerintah nantinya, diantarany rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Karena itu, pemerintah perlu mengkaji ulang dan merevisi kebijakan tersebut," paparnya.(yn)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...