Bisnis
Oleh Mandra Pradipta pada hari Sabtu, 26 Des 2015 - 14:55:00 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR: 2016, Payung Hukum Ojek dan Taksi Online Harus Ada

7Lady-Jek.jpg
Lady-Jek, salah satu ojek online (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemerintah segera merevisi Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) pada tahun 2016 mendatang.

Pasalnya, saat ini masyarakat sudah sangat ketergantungan dengan ojek dan taksi berbasis online. Jangan sampai, lanjut Fadli, masalah ini terus bergulir tanpa titik temu.

"Saat ini memang publik banyak yang menggunakan. Maka itu perlu ada payung hukumnya segera," kata Fadli saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (26/12/2015).

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia mengatakan bahwa pihaknya sudah lama mempertanyakan tentang payung hukum bagi ojek dan taksi online sebelum munculnya aplikasi transportasi berbasis online kepada Menteri Perhubungan Ignatius Jonan.

Ini mengingat, lanjut Yudi, bila ojek dan taksi online beroperasi maka hal itu bisa merugikan banyak pihak. Diantaranya pengemudi ojeknya, konsumen, dan juga pemerintah daerah.(yn)

tag: #gojek  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Fantastis, Investasi Bodong Rugikan Masyarakat Hingga Rp 92 Triliun

Oleh Rihad
pada hari Thursday, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Penipuan akibat investasi bodong di Indonesia mencapai Rp 92 triliun sepanjang 10 tahun terakhir. Kepala Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing menyebut nilai kerugian ...
Bisnis

Lokasi Wisata Tak Bisa Buru-buru Buka, Lakukan Dulu Tahapan Berikut

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Industri pariwisata nyaris berhenti akibat pandemi virus corona (Covid-19). Indonesia kehilangan 4 juta wisman selama pandemi Covid-19 di Indonesia. "Kalau kita lihat ...