Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Senin, 28 Des 2015 - 23:31:22 WIB
Bagikan Berita ini :

Untuk Keempat Kalinya, Massa Geruduk Gedung Tedja Buana

15Menteng-20151228-01046.jpg
Demo di gedung Tedja Buana (Sumber foto : Ist)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Penipuan (Garap) kembali menggeruduk kantorPT. Buana Estate yang berlokasi di gedung Teja Buana, Menteng Raya, Jakarta, Senin (28/12/2015).

Unjuk rasa yang keempat kali ini, diwarnai ketegangan dengan parat kepolisian saat pengunjuk rasa melakukan aksi bakar dan memaksa masuk untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan.

Sayangnya, pihak perusahaan lagi-lagi tak bersedia untuk ditemui dengan alasan para pimpinan PT. Buana Estate tidak ada di kantor.

Untung aparat keamanan dari Polsek Menteng dan Polres Jakarta Raya ‎berhasil mengendalikan situasi. Karenapolisi berjanji akan membantumengupayakan mediasi antara perwakilan pengunjuk rasa dengan pihak perusahaan Sawangan Residence Ideal.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa ‎juga membawaspanduk yang cukup besar bertuliskan tuntutan penutupan Gedung Teja Buana dan pembubaran PT. Buana Estate dan Sawangan Residence Ideal.

Dalam orasinya, Ketua Korlap Frans menyebut bahwa massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum itu menuntut tanggung jawab PT. Buana Estate yang dinilai telah bertindak dzolim.

Frans menyebut, perusahaan yang dipimpin Rita Ria Kurnianta yang tak lain adalah Putri Probosutedjo itu terindikasi kuat telah melakukan sebuah tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang perumahan (property) beralamat di Jl. Raya Sawangan – Ciputat, km 1 Sawangan Depok itu melakukanpersekongkolan jahat dengan Ir. Purwono Sasmito Adi selaku Project Manager dan Arif Budiman Daulay selaku Manager Keuangan Sawangan Residence Ideal untuk melakukan pendzaliman kepada orang-orang miskin dan lemah.

"Kawan kami yang sudah bekerja keras dan banting tulang serta memeras keringat dan pikirannya selama berbulan-bulan, untuk membangun rumah sebanyak 12 unit di Sawangan Residence Ideal, tapi haknya tak dipenuhi," terang Frans.

Dijeskan dia, berdasarkan rincian dan catatan korban, serta berdasarkan bukti-bukti yang sah secara hukum, pihak perusahaan terbukti bahwa pembayaran untuk pembangunan rumah 12 unit tersebut belum habis dan masih kurang Rp. 815.649.216,- dari total nilai yang tertulis dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK) yaitu sebesar Rp. 1.703.068.000.

Bahkan, kata dia, hal tersebut telah berkali-kali diklarifikasi dan juga dua kali disomasi oleh Kantor Hukum Khoirul Amin & Associates Law Firm.

Akan tetapi, semua usaha tersebut sia-sia karena tidak adanya itikad baik dari PT. Buana Estate dan Sawangan Residence Ideal untuk menyelesaikan permasalahan sisa pembayaran.

Oleh karena itu, lanjut Frans, berdasarkan kronologis dan fakta-fakta hal diatas, sudah sangat jelas bahwa PT. Buana Estate dan Sawangan Residence Ideal adalah sebuah perusahaan yang tidak pantas lagi untuk diberikan izin dan harus segera ditutup serta dibubarkan.

"Perusahaan ini telah menjadi sarang koruptor dan penipu yang telah banyak melakukan pendzaliman kepada orang-orang miskin dan lemah serta merampok uang Negara," ucap Frans.

Atas dasar itu, Garap meminta agar gedung Teja Buana ditutup, dan PT. Buana Estate dan Sawangan Residence Ideal harus dibubarkan.

"Tangkap dan seret serta adili Probosutedjo, Rita Ria Kurnianta, Nur Rani, Purwono Sasmito Adi dan Arif Budiman Daulay."

Sementara saat akan dikonfirmasi, pihak dari PT. Buana Estate dan Sawangan Residence Ideal, lagi-lagi sedang tidak berada di tempat karena sedang keluar kantor‎. (iy)

tag: #Gedung Tedja Buana  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Jawa Tengah Siapkan Skenario Arus Mudik Nekad yang Bisa Capai 4,6 Juta Orang

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 13 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan keputusan pelarangan mudik dari pemerintah pusat sudah tepat. Sebab, dari pengalaman sebelumnya selalu terjadi lonjakan ...
Berita

Himbauan Kemenkes tentang Tata Cara Tarawih

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Meski pemerintah membolehkan shalat tarawih, protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat. "Diimbau tidak membawa anak berusia di bawah 10 tahun Atau untuk ...