Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 19 Jan 2016 - 12:55:22 WIB
Bagikan Berita ini :

Usut Gafatar, Kejagung Gandeng TNI, Polri, dan Kemendagri

95gafatar.jpg
Gafatar (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Jaksa Agung HM Prasetyo menyampaikan temuannya terkait keberadaan kelompok Gerakan Fajar Nusantaran (Gafatar) di hadapan rapat kerja dengan Komisi III DPR.

Prasetyo mengungkapkan bahwa awalnya kelompok Gafatar ini berkaitan dengan organisasi Al Qiyadah Al Islamiyah yang dipimpin Ahmad Musadek.

"Dan kalau kita tarik ke belakang lagi, Musadek pernah dijatuhi hukunan pidana 4 tahun karena penodaan agama, dia juga anggota Negara Islam Indonesia," ucap Prasetyo di ruangan Komisi III di kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (19/1/2016).

Dia mengatakan, kelompok Gafatar ini melakukan aksinya dengan cara menggelar sebuah acara untuk menarik perhatian korban yang akan direkrut. Misalnya, acara pengobatan, bakti sosial‎.

"‎Ini untuk menarik banyak masuk ke mereka. Kami dari kejaksaan sedang mempelajari ini," katanya.

Mantan politisi Nasdem ini berjanji akan melibatkan TNI, Polri, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk membahas masalah Gafatar.

"Dan dalam waktu dekat, mungkin setelah raker ini, bisa diadakan pertemuan lagi. Apakah Gafatar itu aliran sesat yang dilarang atau bukan yang tak dilarang. Jadi, nanti masing-masing mengeluarkan pendapat, dianalisa bersama," tandasnya.(yn)

tag: #gafatar  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

RUU PPRT Resmi Ditetapkan Jadi Inisiatif DPR, Fraksi PDIP Tegaskan Tidak Hilangkan Spirit Kekeluargaan

Oleh Bachtiar
pada hari Kamis, 12 Mar 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI memberikan pandanganya usai ditetapkannya Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) sebagai  RUU ...
Berita

Amini Pernyataan Prabowo, Herman Khaeron Duga Terjadi Fraud di Anak-Cucu BUMN

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menduga keberadaan anak-cucu dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang dibuat untuk mencari keuntungan ...