Jakarta
Oleh Ilyas pada hari Minggu, 13 Mar 2016 - 15:41:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: Parpol, Jangan Ladeni Permainan Ahok!

66medium_1ahok-indra.jpg
Ahok (Sumber foto : Indra/ TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Basuki T. Purnama dalam beberapa hari terakhir menunjukkan sikapnya yang terkesan anti-partai politik. Bahkan ia mengungkap adanya sebuah partai yang minta mahar hingga Rp 200 miliar karena mendukungnya maju dalam Pilgub DKI mendatang.

Mendengar hal itu, banyak politisi protes. Mereka tidak terima cara Ahok yang hendak melakukan deparpolisasi.

Namun bagi Direktur Eksekutif PolcoMM Institute, Heri Budianto, apa yang dilakukan Ahok sebenarnya hanyalah manuver. Tujuannya tidak lain untuk menaikkan elektabilitas Ahok sendiri.

Oleh karenanya, ia mengingatkan agar partai politik tidak menanggapi serangan dari Ahok itu. Hal itu menurutnya hanya jebakan. Apabila parpol balik menyerang Ahok maka posisinya akan menjadi teraniaya, dan publik pasti akan memberikan simpatinya.

"Hati-hati partai, ketika mengeroyok Ahok itu akan menguntungkan bagi dia, karena simpati masyarakat akan tinggi," ujar Heri di Cikini, Jakarta Sabtu (12/3/2016).

Dikatakannya, langkah Ahok yang membeberkan keburukan partai politik hanyalah kedok untuk mengecilkan peran parpol itu sendiri.

"Semua parpol itu harus menyelamatkan diri, karena isu deparpolisasi itu kan menyudutkan partai. Hari ini banyak orang yang tidak percaya partai, ini sebuah permainan yang sudah dimulai," kata Heri.

Jika psychological warfare (psywar) Ahok didiamkan jelas dia, hal itu justru akan menjadi keuntungan bagi partai politik, sebab dengan sendirinya kandidat incumbent itu akan kehilangan panggungnya untuk terus mendapat perhatian dari masyarakat. (iy)

tag: #ahok  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...