Jakarta
Oleh Atto Kuat pada hari Rabu, 30 Mar 2016 - 16:42:20 WIB
Bagikan Berita ini :

Cyrus: Soal Elektablitas Hanya Yusril dan Adhyaksa Lawan Berat Ahok

95Yusril.jpg
Yusril Ihza Mahendra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Peneliti Cyrus Network Hasan Nasbi menilai popularitas bukan ukuran untuk sukses dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta dalam pilkada serentak 2017.

"Popularitas tidak terlalu bermasalah. Pada akhirnya semua calon akan dikenal dalam tahap sosialisasi," ujar Hasan Nasbi dalam diskusi publik bertema Jalur Perseorangan Penguatan Demokrasi atau Deparpolisasi yang diselenggarakan MMD Initiative di Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Dia mengatakan saat ini popularitas calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kemungkinan berkisar 90 persen karena posisinya yang masih menjabat. Namun, popularitasnya diyakini tidak jauh berbeda dengan calon lain seperti Yusril Ihza Mahendra.

"Pak Yusril karena dia tokoh nasional, pasti popularitasnya 80 persen, sehingga tidak terpaut jauh dan memang populer bukan lah problem. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah elektabilitas," ujar Hasan.

Dari sisi elektabilitas tokoh yang belakangan disebut akan maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, Hasan memperkirakan sejauh ini hanya Yusril Ihza Mahendra dan Adhyaksa Dault yang mampu bersaing dengan Ahok.

Sedangkan untuk Sandiaga Uno, diperkirakan masih terpaut jauh karena terkendala segmentasi pemilih.

"Kalau Sandiaga Uno elektabilitasnya tidak naik karena segmen pemilihnya kalangan profesional dan pengusaha muda, dia susah mengembangkan di luar segmen itu. Mungkin isu dan model kampanyenya belum menyentuh kelompok di luar itu," tutur Hasan.

Lebih jauh Hasan menilai jika partai ingin memunculkan calon yang benar-benar bisa menjadi pesaing Ahok dalam pilkada, maka partai dapat bersatu menetapkan dan mengusung satu nama untuk menjadi pesaing Ahok.

"Tinggal bagaimana melepaskan ego dan sekat politik. Kalau partai hanya membuang-buang waktu maka yang untung adalah Pak Ahok, karena kerja Pak Ahok sebagai gubernur saat ini sudah merupakan sosialisasinya dia juga," terang dia. (Icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

INDONESIA DAN KEPEMIMPINAN DUNIA: DIMULAI DARI DALAM

Oleh Ariady Achmad
pada hari Minggu, 01 Mar 2026
Dunia hari ini sedang gelisah. Konflik geopolitik meningkat, ketegangan energi mengguncang ekonomi global, dan rivalitas kekuatan besar semakin terbuka. Dalam situasi seperti ini, banyak yang ...
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...