
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mempertanyakan hasil survei yang dirilis lembaga Populi Center bulan April 2016, yang kembali memenangkan calon incumbent Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI 2017 nanti.
Sebagai informasi bahwa di Populi Center salah satu pengurusnya adalah Sunny Tanuwidjaja sebagai dewan penasehat. Dia juga merupakan staf khusus Ahok.
"Tentu kita pertanyakan dengan kondisi seperti itu," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB Daniel Johan, Rabu (27/4/2016).
Daniel mengatakan, masyarakat harus pandai melihat dan membaca hasil survei yang dikeluarkan Populi Center. Karena, menurutnya, hasil survei tersebut tampaknya sudah berpihak kepada salah satu calon gubernur DKI.
"Biar masyarakat yang menilai, tapi kondisi menjadi tidak objektif. Ada conflict of interest, tapi biar masyarakat yang menilai," jelas dia.
Untuk diketahui, Populi Center telah merilis popularitas calon incumbent Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok usai diterpa dua kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada bulan April 2016.
Kini, Sunny yang merupakan Staf Khusus Gubernur DKI telah dilakukan pencekalan oleh KPK terkait dugaan suap pembahasan dua Raperda Reklamasi Teluk Jakarta dengan melibatkan Ketua Komisi D DPRD DKI Mohammad Sanusi dan petinggi PT Agung Podomor Grup.
Hasil survei yang dilakukan kepada 400 responden di enam wilayah yakni Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu dengan margin of error 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Di tengah skandal justru Ahok semakin percaya, presentasenya masyarakat percaya Ahok 50,8 persen, secara fisik 59,2 persen menginginkan Ahok maju kembali melalui jalur independen," kata Peneliti Populi Center, Nona Evita.(yn)