Profil

Ini Kisah Harry Azhar Azis Menyelamatkan HMI

Oleh Aris Eko pada hari Sabtu, 30 Apr 2016 - 22:06:33 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

3720160430_220208.jpg

Harry Azhar Azis, Ketua BPK (Sumber foto : Aris Eko/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Bagi Harry Azhar Azis menghadapi tekanan rezim Orde Baru seperti menjadi langganan. Bukan hanya mengantarkannya mendekam di penjara, namun juga hampir membawanya sebagai Ketua Umum HMI terakhir.

Harry memang masuk dalam pergulatan pusaran sejarah penerapan azas tunggal Pancasila pada tahun 1986. Pilihannya membawa HMI menerima azas tunggal Pancasila pada konggres 1986, membuat organisasi mahasiswa terbesar itu eksis hingga kini.

"Karena bang Harry saya bisa menjadi Ketua Umum HMI. Harus diakui ini jasa bang Harry," ujar Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR). Ferry adalah Ketua Umum PB HMI periode 1990-1992.

Ungkapan Ferry itu disampaikan saat testimoni ulang tahun ke 60 dan peluncuran buku Harry Azhar Azis, Senin malam (25/4/2016) di Dapur Sunda, Jakarta. Dimata Ferry, Harry Azhar Azis adalah sosok pemimpin yang tegas dan teguh berprinsip serta piawai membaca situasi.

"Bila Harry mengambil langkah tidak menerima azas tunggal Pancasila waktu itu, bisa jadi HMI akan dibubarkan pada tahun 1985. Bila ini terjadi, HMI akan berhenti dengan Ketua Umum terakhir : Harry Azhar Azis."

Itulah yang tertulis dalam halaman 63 buku berjudul 'Amanah Sampai Akhir' biografi Harry Azhar Azis hasil suntingan Indra J Piliang. Harry yang kini menjadi Ketua BPK adalah sosok dibalik pergulatan tekanan politik yang keras rezim Orde Baru terhadap HMI.

Tekanan rezim Orde Baru yang memaksakan azas Pancasila sudah terjadi sejak awal Harry menjadi Ketua Umum PB HMI tahun 1983. Bisa dikatakan dua tahun kepemimpinan Harry, HMI dimusuhi pemerintahan Presiden Soeharto saat itu.

Seharusnya Harry mengakhiri kepemimpinan sebagai Ketua Umum PB HMI pada 1985. Namun karena pemerintah tidak memberikan ijin kongres, mundur hingga 1986. Ijin keluar setelah MPK menghasilkan draft kongres yang menetapkan HMI menerima azas tunggal Pancasila.

"Jadi secara teknis bukan Harry yang menetapkan atau mengubah AD/ART HMI, tapi Kongres HMI. Sebelum draft MPK itu diterima dalam kongres, HMI tetap tidak berubah," tulis buku itu. Harry terus meyakinkan pemerintah agar diberi izin kongres.

"Alhamdulillah, pemerintah percaya dan Kongres HMI ke 16 di Padang diizinkan pemerintah untuk dilaksanakan. Harry menyerahkan tanggungjawab sebagai pemimpin HMI di Kongres tersebut." Demikian tulis buku itu dalam halaman 67.(ris)

tag: #  

Bagikan Berita ini :