Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Sabtu, 21 Mei 2016 - 06:51:25 WIB
Bagikan Berita ini :

Rakyat Disebut Kehilangan Kesabaran Terhadap KPK

82demokpk.jpg
Demo di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/5/2016) (Sumber foto : Istimewa)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pelapor kasus RS Sumber Waras, Amir Hamzah angkat suara terkait insiden bentrokan yang terjadi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎, Jakarta Selatan, Jumat (20/5/2016) sore.

Amir menilai, bentrokan tersebut terjadi sebagai bentuk ekspresi kekesalan rakyat yang sudah tidak sabar melihat sikap KPK, yang memang terkesan enggan menindaklanjuti hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),‎ terkait kasus RS Sumber Waras.‎

Pengamat kebijakan publik ‎Budgeting Metropolitan Watch (BMW) ini mengingatkan, aksi anarkis yang kerap terjadi di KPK akhir-akhir ini merupakan peringatan keras bagi komisioner KPK, bahwa publik sudah mulai kehilangan kesabaran.

Hal itu, menurut Amir bukan tanpa alasan. Pasalnya, masyarakat juga telah mengantongi semua data terkait kasus RS Sumber Waras.

Karenanya, kata dia, saat ini tinggal menunggu ketegasan komisioner KPK.

"Jadi, pilihannya hanya dua, antara Ahok ditetapkan sebagai tersangka atau KPK akan berhadapan dengan rakyat?," ujar Amir saat ditemui TeropongSenayan, Jakarta, Jumat (20/5/2016) malam.

"Tapi ingat, jika KPK memilih yang kedua, ini akan berarti celaka bagi nasib Komisi antirasuah itu. KPK akan kehilangan kepercayaan dari rakyat, dan dukan tidak mungkin, akan tiba saatnya rakyat akan bilang 'Bubarkan saja KPK'," tegas Amir.

"Makanya, sejak awal saya bilang‎ kalau dilihat dari semua data yang ada, ini (kasus RS Sumber Waras) sudah selesai. Bagaimana mungkin Ahok bisa lari, ini barang legal standingnya LHP (‎Laporan Hasil Pemeriksaan) ‎BPK kok, sakti bener kalau dia (Ahok) lolos," cetus dia. (icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Semar Institut: Kritik Adalah Hak Demokratis, tetapi Membubarkan Diskusi Bukan Tradisi Intelektual

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Jun 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menyayangkan tindakan sejumlah mahasiswa yang membubarkan forum diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas ...
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...