Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Rabu, 25 Mei 2016 - 19:10:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Pakar Hukum Pidana: Kalau di Indonesia Timur, Ahok Sudah Digebukin

40ahok-indra.jpg
Ahok (Sumber foto : Indra/ TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pakar Hukum Pidana yang juga Guru Besar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Dr Mudzakir SH MH meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak tebang pilih. Hal ini terkait 'perjanjian preman' antara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan perusahaan pengembang proyek reklamasi. ‎

Menurutnya, jika adil, KPK sudah pasti menetapkan Ahok sebagai tersangka.

"Jadi, KPK harus adil dong, di wilayah Republik Indonesia yang saya ketahui, sebagaian di antaranya wilayah Indonesia timur di wilayah Sulawesi sana. Minta kayak gitu itu digebuknya pakai tindak pidana korupsi lho," urai Mudzakir kepada TeropongSenaya, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

"Misalnya Ahok minta-minta dana (ke pengembang) diperbolehkan, sementara pihak-pihak yang lain kalau minta dana kayak gitu digebuk sebagai tindak pidana korupsi."

Oleh Karenanya, dalam kasus yang belakangan dikenal dengan istilah barter itu, Mudzakir mempertanyakan konsistensi KPK.

"Ini yang menjadi masalah, standar penegekan hukumnya itu apa?. Mestinya standar di Indonesia Timur kek, DKI kek, semuanya harus sama standarnya. Kalau tidak, ya seluruh Indonesia harus dievaluasi kembali," jelas dia.

"Jadi, kalau (minta tambahan) tidak boleh ya gak boleh semua, Jangan sampai nanti hanya daerah tertentu yang boleh. Prisnsipnya hukum itu kan berlaku untuk nasional, tak terkecuali DKI," pesan Mudzakir.‎ (iy)

tag: #ahok  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...