Berita
Oleh pamudji pada hari Kamis, 02 Jun 2016 - 22:38:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Panglima TNI : Neoliberalisme Lebih Berbahaya dari Komunisme

7panglimatni.jpg
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut ancaman paham neoliberalisme pada pancasila bisa melebihi ancaman komunisme melalui bangkitnya Partai Komunis Indonesia. Pasalnya PKI telah diantisipasi lewat TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 yang melarang berkembangnya ideologi tersebut.

"Saya ingatkan kebangkitan PKI bukan hanya dilihat di permukaan, tapi di bawah permukaan. PKI berbahaya, tapi yang lebih berbahaya neoliberalisme," kata Gatot selepas acara simposium nasional Anti PKI bertajuk Mengamankan Pancasila dar Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Gatot menyontohkan neoliberalisme yang mulai menyebar secara luas di Benua Eropa seperti Belanda, Denmark dan Prancis yang menyebabkan gereja-gereja mulai kosong namun bukan karena pindah agama, sebagai akibatnya rumah ibadah tersebut banyak yang dijual karena tidak ada jemaatnya.

"Dengan adanya proses ini, lama-lama orang jadi ateis. Akibatnya makin terbukalah dengan ideologi lainnya, masuk ke Indonesia yang bisa berbahaya seperti individualisme, anarkisme bahkan komunis. Maka dari itu kita harus waspada," ujar Gatot seperti dikutip Antara.

Hal ini menurutnya, terjadi juga di Indonesia dengan menjamurnya tempat belanja modern yang menggantikan pasar tradisional.

"Pancasila kalau diperas jadi gotong royong. Gotong royong akan dihilangkan dengan menghilangkan publik area. Maka Presiden katakan hidupkan kembali pasar tradisional," kata Gatot.

Lebih lanjut, Gatot menuturkan, untuk menangani isu kebangkitan PKI, tidak harus secara fisik, misalnya dengan menghakimi pihak yang dianggap menghidupkan kembali PKI karena menggunakan atribut-atribut berbau komunis. Cara menindak oknum yang ditengarai memicu kebangkitan PKI, kata Gatot, bisa dengan mencari akar permasalahannya.

"Cari misalnya kalau ada yang pakai kaos, dekati. Belinya dimana, bikinnya dimana lalu ditelusuri dengan mendatangi toko yang menjual atribut-atribut tersebut dan mencari tahu siapa saja yang memesan. Kita bekerja di bawah, dimana otaknya," ujar dia.

Seperti diberitakan, isu kebangkitan PKI itu, santer diucapkan mantan Kepala Staf Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayor Jenderal (purnawirawan) Kivlan Zein. Dia menyebut PKI telah berdiri kembali dua minggu lalu. (plt)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement