Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 16 Jul 2016 - 13:02:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Informasi dari Pihak RS Harapan Bunda Tak Jelas, Masyarakat Kecewa

99rumah-sakit-harapan-bunda-jakarta.jpg
RS Harapan Bunda (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Orang tua anak-anak yang divaksinasi petugas medis rumah sakit (RS) Harapan Bunda di Ciracas, Jakarta Timur mengaku risau karena tidak mendapatkan informasi cukup dari manajemen RS tersebut.

Begitu mereka mendengar informasi tentang RS itu merupakan salah satu yang menggunakan vaksin palsu di daerah Jabodetabek yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI pada kamis (14/7/2016) lalu, Kamis malamnya mereka langsung mendatangi RS Harapan Bunda.

Mereka menanyakan tentang apa isi kandungan vaksin palsu, dan apa dampak negatif akan didapat anak mereka setelah divaksinasi.

Malam itu mereka tidak mendapatkan informasi apapun dari pihak manajemen. Pihak manajemen baru mengundang orang tua Jumat (15/7/2016) kemarin.

Namun, lagi-lagi mereka kecewa. Pihak manajemen sama sekali tidak hadir. Disitu mereka hanya bertemu dengan petugas kasir dan petugas pendaftarannya saja.

"Kemarin diadakan ptemuan di Sayang Bunda. Yang datang hanya kasir dan pendaftarnya saja. Kami tanyakan dampak vaksin yang disuntikkan jangka pendek dan panjang ga ada satupun yang bisa jawab," sesal Ketua Forum Keluarga Korban Vaksin Palsu RS Sayang Bunda Bekasi, Teja Yulianto dalam diskusi Jalur Hitam Vaksin Palsu di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7/2016).

"Lalu maksud apa diadakan pertemuan ini," lanjutnya.

Bukan hanya itu, kekecewaan lain yang ia dapatkan yaitu terkait informasi banyaknya vaksin palsu yang dipergunakan oleh RS Sayang Bunda.

Informasi yang mereka dapatkan dari orang yang mengaku dari pihak manajemen pada Kamis malam, setidaknya ada 10 vaksin palsu yang digunakan di RS itu. Namun pada pertemuan keesokan harinya, di hari Jumat. Pihak RS malah membantah ada 10 vaksin palsu mereka pakai. Dikatakan hanya 7 vaksin palsu yang mereka gunakan.

"Yang saya kecewa Rumah Sakit Sayang Bunda keluarkan 7 vaksin palsu, informasi diberikan kepada orang tua yang hadir. Ternyata ada 10 vaksin yang palsu. Itu yang dikeluarkan Sayang Bunda ditulis tangan malamnya. Dari kita hadir ada perwakilan Rumah Sakit mengatakan Manajemen Rumah Sakit Sayang Bunda. Ria Risti yang tulis 10 vaksin, selang 1 malam berubah jadi 7 vaksin," ungkapnya.(yn)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pelantikan IKA UNDIP Kabupaten Tangerang, Bagikan Ratusan Kacamata Baca untuk Nelayan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 22 Jun 2026
TANGERANG (TEROPONGSENAYAN) --Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) Kabupaten Tangerang resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian ratusan ...
Berita

Kolaborasi Alumni UNDIP untuk Pesisir Sukawali, Penanaman Mangrove dan Tebar Benih Ikan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Beberapa waktu lalu, kawasan pesisir Pakuhaji ramai menjadi perbincangan publik akibat polemik pagar laut. Banyak orang membahas batas wilayah, akses nelayan, hingga tata ...