
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Evita Nursanty menegaskan, jabatan Kepala BIN bukan persoalan dikotomi militer dan non-militer. Kendati bukan berasal dari unsur militer, Evita yakin Komjen Pol Budi Gunawan (BG) mampu menjalankan peran sebagai Kepala BIN secara maksimal.
Dia menilai keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Komjen Pol Budi Gunawan menjadi kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sangat tepat.
“Apa yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo sudah tepat, dan saya yakin Budi Gunawan bisa menunjukkan prestasi terbaiknya," kata Evita saat dihubungi, di Jakarta, Sabtu (3/9/2016).
Menurut Evita, Budi Gunawan memiliki pengalaman lengkap, baik di sejumlah lembag di bawah Mabes Polri hingga di kewilayahan, antara lain menjadi Kapolda Jambi dan Kapolda Bali.
Dia juga sangat memahami dunia intelijen dan memiliki kompetensi tinggi untuk pelaksanaan tugas dan fungsi BIN, sebagaimana diamanatkan dalam UU No 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara.
Secara khusus Evita meminta semua pihak tidak mendikotomikan milter dan nonmiliter untuk jabatan pimpinan BIN. Sebab UU tidak membeda-bedakan, termasuk waktu pergantian kepala BIN bisa kapan saja, karena itu sepenuhnya hak prerogatif presiden.
“Bagi kita apakah militer atau sipil tidak masalah. Kita pernah punya polisi yakni Jenderal Polisi (Purn) Sutanto yang jadi kepala BIN. Ada juga dari sipil di jabatan wakil kepala BIN," ucapnya.
Begitu juga dengan hubungan Kepala BIN dengan deputi, direktur ataupun pejabat-pejabat kabinda,menurut Evita, tidak ada masalah. Sebab masing-masing punya tugas, kewenangan, organisasi dan tata kerja yang diatur dalam perundang-undangan.(plt)